Medan, kaba12.com — Sukses program agrowisata Paloh Naga di desa Denai Lama, kecamatan Pantai Labu, kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara diadopsi jajaran pemerintah nagari Kapau, kecamatan Tilatang Kamang untuk rencana pengembangan wisata sawah di nagari tersebut.
Program agrowisata yang sukses dikembangkan pemerintah desa Denai Lama, bahkan sudah dikelola badan usaha milik desa (BUMDes), yang kini menjadi usaha wisata yang banyak dikunjungi.
Direncanakan, strategi dan pola yang dilakukan pemerintah desa Denai Lama yang sukses menggembangkan agro wisata tersebut, akan diadopsi dalam upaya pengembangan wisata sawah di nagari Kapau yang dikolaborasikan dengan potensi nasi Kapau dan agrowisata buah naga.
Hal itu disebutkan Walinagari Kalau Zulkarnaini dan camat Tilatang Kamang Ade Harlien, usai mengunjungi beberapa spot wisata agro Paloh Naga di desa Denai Lama, kecamatan Pantai Labu, Deli Serdang, Kamis,(12/12).

Dijelaskan, rombongan studi komperatif nagari Kapau bersama camat Tilatang Kamang disambut yang Camat Pantai Labu, A. Fitriyan Syukri S.STP M.Si, yang memfokuskan perhatian terhadap sukses program agrowisata di desa Denai Lama, kecamatan Pantai Labu.
Dalam kunjungan tersebut ditawarkan Agrowisata Paloh Naga di Desa Denai Lama, Pantai Labu Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, dengan hanya membayar Rp5.000, pengunjung bisa menikmati keindahan area persawahan yang juga bisa dijadikan area swafoto, dan bersantai.
Dijelaskan Zulkarnaini, biaya tersebut sudah termasuk parkir kendaraan bermotor, dan biaya masuk ke berbagai lokasi dengan spot wisata yang menyegarkan mata semuanya tersaji di Agrowisata Paloh Naga.
Ditambahkan, area persawahan yang luas, menjadi objek wisata yang ditawarkan di Agrowisata Paloh Naga yang dikelola BUMDes Denai Lama, dengan sistim yang profesional dan terarah.
” Hal itu, patut kita contoh, dan beberapa item kegiatan yang sudah dikembangkan, bisa diadopsi untuk rencana pembangunan kawasan wisata sawah di nagari Kapau,” sebut Zulkarnaini.
Dijelaskan Walinagari Kapau, untuk tahun 2020 nagari Kapau merencanakan akan membangun kawasan wisata sawah, karena sumber daya alam sangat memadai dengan hamparan sawah yang luas yang nantinya akan dipadu dengan ragam potensi pendukung lain.
” Insyallah tahun 2020 di Nagari Kapau akan ada obyek wisata baru, yang akan dikombinasikan dengan kuliner nasi Kapau dan agrowisata buah naga,” jelas Zulkarnaini.
Hal itu dibenarkan camat Tilatang Kamang Ade Harlien, yang menyebutkan rencana program agrowisata sawah yang dikembangkan akan dirancang bersama dengan pemerintah nagari dan kecamatan serta tokoh masyarakat serta perantau.
Program itu, ulas Ade Harlien, disinergikan dengan wonderfull Tilatang Kamang dan program #ayo ke Agam yang diharapkan tahun 2020 sudah bisa dilaksanakan,” kita sudah mempersiapkan berbagai hal terkait dengan pengembangan potensi wisata di Tilatang Kamang,” tegas Ade Harlien lagi.
HARMEN
