Agam Terparah Dihantam Bencana di Sumbar 55 SD, 15 SMP, 18 PAUD Rusak Parah

Lubukbasung,kaba12 — Kabupaten Agam menjadi daerah paling parah terdampak bencana hidrometerologi saat ini di Sumatera Barat. Selain jumlah korban meninggal mencapai 85 orang ( data sementara ), 78 warga dinyatakan hilang, dengan lebih dari 6000 warga harus mengungsi, juga masih ada lebih dari 300 jiwa yang diduga tertimbun tumpahan material banjir bandang di Salareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan.

Dampak kerusakan terparah, selain berbagai sarana infrastruktur jalan, jembatan, sarana perkantora,sarana irigasi dan areal pertanian, yang memilukan dampak banjir bandang, tanah longsor dan luapan banjir menyebabkan puluhan sarana pendidikan rusak parah.

Tercatat sebanyak 55 SD, 15 SMPdan 18 PAUD, tidak bisa berfungsi karena mengalami kerusakan yang cukup parah akibat terjangan galodo,longsor dan direndam banjir, dengan total kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp3 miliar. Saat ini, seluruh aktivitas pendidikan di 15 kecamatan terdampak bencana terhenti sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Kondisi itu dibenarkan Roza Syefridienti, Kadinas Kominfo Agam waktu dikonfirmasi kaba12, Sabtu, (29/11) malam.

Disebutkan, khusus untuk sarana pendidikan, banyak yang mengalami kerusakan cukup parah dampak banjir bandang , longsor dan direndam banjir besar, “saat ini, seluruh instruksi Bupati Agam, aktivitas pendidikan PAUD,TK,SD dan SMP diliburkan, khususnya di lokasi terdampak bencana, “jelasnya.

Dijelaskan, wilayah kecamatan yang terparah dihantam bencana hidrometeorologi terutama Kecamatan Palembayan, yang saat ini masih terilosasi akibat di seluruh sudut wilayah dilanda longsor yang menutup akses jalan, kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Palupuah dan Kecamatan Malalak.
Dampak bencana terparah juga terjadi di Kecamatan Tanjung Raya, Kecamatan Matur, Kecamatan IV Koto, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kecamatan Ampek Nagari, Kecamatan Lubukbasung, Kecamatan Kamang Magek, Tilatang Kamang, Baso, dan beberapa kecamatan lain.

Ditambahkan, saat ini Pemkab.Agam bersama seluruh unsur tim gabungan tengah berupaya menangani dampak bencana yang terutama, terutama upaya penyelematan dan evakuasi warga, melakukan proses pencarian terhadap korban yang masih dinyatakan hilang, membuka isolasi berbagai kawasan yang tertutup longsor, sehinga akses jalan bisa kembali dilakukan, termasuk distribusi bantuan.

 

Pemkab.Agam, bersama unsur Forkopimda Agam, secara langsung juga sudah menyampaikan kondisi wilayah terdampak bencana di kabupaten Agam pada BNPB, bahkan Direktur Pemulihan, Peningkatan Ekonomi dan SDA BNPB Eny Supartini, hadir langsung dalam rapat evaluasi penanganan dampak bencana Sabtu, (29/11) di posko utama penangan dampak bencana di Lubukbasung.

“Kami berharap, dukungan dan bantuan pemerintah pusat dan propinsi, sehingga upaya penanganan dampak bencana di seluruh wilayah Kabupaten Agam bisa lebih maksimal, yang mendesak, dukungan alat berat dan personil penanganan. Kami juga menyaru dengan segala kerendahan hati, berbagai pihak ikut membantu Kabupaten Agam, bersama menangani dampak bencana, dan menyelamatkan para korban terdampak bencana, “ungkap Roza Syefridienti dengan mata berkaca-kaca.

(HARMEN)

0Shares