Lubukbasung, kaba12.com — Untuk memastikan kesiapan Pemkab.Agam dalam menghadapi penyebaran pandemic covid19, setelah digelar rapat koordinasi pimpinan plus DPRD Agam, beberapa anggota dewan meninjau posko kewaspadaan dan kesiagaan covid19 di Dinas Kesehatan Agam, Kamis,(19/3) sore.
Kalangan DPRD Agam juga mengapresiasi langkah dan gerak cepat yang dilakukan unsur terkait di kabupaten Agam dalam menyikapi keresahan dan gejolak yang muncul ditengah masyarakat terkait dengan semakin merebaknya penyebaran virus corona di berbagai daerah di Indonesia.
Peninjauan posko Agam siaga covid19 itu, dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Agam Erdinal didampingi beberapa anggotanya, Rinal Wahyudi dan Gema Saputra, yang disambut Wanefri, Kasi.Surveilans- Imunisasi dan Betlinizar, Kasi.Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Agam.
“Kita melakukan peninjauan untuk melihat persiapan yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Agam dalam membentuk Posko Kewaspadaan dan Kesiagaan Covid-19,” kata Erdinal.
Dilain pihak, Erdinal juga mempertanyakan kesiapan seluruh puskesmas yang ada kabupaten Agam, terkait dengan langkah penanganan dan antisipasi penyebaran virus mematikan yang menyebar ke seluruh dunia itu.
Dalam peninjauan itu, Erdinal, Ketua Komisi IV DPRD Agam juga mengajak masyarakat untuk waspada dan tidak panik, mentaati himbauan dan anjutan pemerintah, serta berharap masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan bersih dan menerapkan menekankan pola hidup sehat.
“Jangan berlomba mencari masker. Masker hanya untuk yang sakit, virus corona dapat dilawan dengan daya tahan tubuh yang baik, yang penting menjaga kondisi tubuh,” ujar politisi partai Gerindra itu lagi.
Menanggapi kunjungan komisi IV DPRD Agam tersebut, Wanefri menegaskan, Pemkab Agam dan tim gugus tugas penanganan covid 19 kabupaten Agam, mendirikan posko kewaspadaan dan kesiagaan Covid-19, sebagai bagian dari langkah pencegahan penyebaran virus corona di Kabupaten Agam.
“Posko Agam siaga covid19 ,sudah ada petugas yang siaga untuk dihubungi masyarakat yang membutuhkan informasi, bantuan medis atau yang melaporkan dugaan kasus corona di kabupaten Agam,” jelasnya.
HARMEN
