Lubukbasung,kaba12 — Kabupaten Agam membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk proses pemulihan dampak dan pasca bencana hidrometeorologi 2025 yang menghantam 13 kecamatan sepanjang bulan November dan Desember tahun ini.
Berbagai donasi dan bantuan untuk penanganan dampak bencana, termasuk dari pemerintah pusat terus mengalir, tidak hanya masuk melalui posko utama tanggap darurat, tapi juga diantar langsung para donatur dan kelompok relawan pada warga terdampak di berbagai kecamatan.
Informasi yang diperoleh kaba12, dampak bencana hidrometeorologi 2025 yang menyebabkan banjir, banjir bandang dan tanah longsor di 13 kecamatan dengan 6 kecamatan terdampak parah, masing-masing Palembayan, Tanjung Raya, Malalak, Matur, Palupuah, Tanjung Mutiara, dan IV Koto itu,tidak hanya menyebabkan 163 orang meninggal dunia dan 36 orang dinyatakan hilang, tapi juga menyebabkan kerugian lebih dari Rp1,7 triliun.

Sementara dari donasi yang dibuka posko utama tanggap bencana melalui Bank Nagari, hingga Kamis, (25/12) kemarin tercatat sudah terhimpun dana Rp.1.376.303.825, yang berasal dari sumbangan masyarakat, yang langsung tercatat di rekening khusus penanganan dampak bencana kabupaten Agam.

“Alhamdulillah, jumlah donasi yang berhasil dihimpun, jumlahnya terus bertambah. Kami sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan, dan akan dimanfaatkan secara optimal untuk proses pemulihan dan penanganan dampak bencana di Kabupaten Agam, “ungkap Khasman Zaini, Kabag.Pro-KP Sekab.Agam.

Sedang, informasi yang diperoleh kaba12, hingga Jumat, (26/12), beragam bantuan masih terus mengalir dari berbagai pihak untuk membantu warga terdampak bencana di kabupaten Agam, tidak hanya dari berbagai komunitas sosial, tapi juga dari kalangan perantau, Yayasan Sosial, kalangan pemerintah daerah dari berbagai kabupaten-kota dan propinsi di Indonesia, perguruan tinggi, dan berbagai komponen lain.
(HARMEN)
