Tiku, kaba12.com — Musibah abrasi pantai di wilayah perairan laut Tanjung Mutiara, kabupaten Agam butuh perhatian serius, terutama mengantisipasi dampak yang berpotensi dialami masyarakat, pasalnya ancaman abrasimasih sangat tinggi.
Seperti halnya musibah abrasi yang terjadi Rabu,(25/7) dini hari, yang semakin “merangsek” ke pemukiman penduduk. Dibuktikan, kawasan pemukiman, pondok dan kedai nelayan dan sampan yang terparkir di bibir pantai hancur diterjang ombak besar.
Bahkan, kawasan pemukiman, sarana jalan dan jembatan warga mulai amblas dikikis abrasi. Kondisi ini dikuatirkan akan memicu dampak lebih buruk hika tidak ditangani secara khusus.
Hal itu disaksikan Kadinsos Agam Kurniawan Syahputra yang bersama camat Tanjung Mutiara Yogi Astarian, Kasi.PNM Tanjung Mutiara Weri Ikhwan, Kabid.Kl BPBD Agam Wahyu, wali nagari Tiku V Jorong dan tokoh masyarakat di lokasi abrasi di Muaro Putuih, nagari Tiku V Jorong, kecamatan Tanjung Mutiara.
Disebutkan, abrasi yang mengikis bibir pantai di wilayah itu sudah terjadi sejak tahun 2002 lalu, dimana banyak rumah dan pemukiman warga yang raib ditelan air pasang. Untuk menghindari korban, masyarakat sudah cukup banyak yang pindah ke pemukiman baru.
Menurut Kadinsos Agam Kurniawan Syahputra, pihaknya bersama beberapa tokoh masyraakat dan pejabar terkait di lokasi kejadian Rabu siang, menyarankan untuk melakukan pendekatan pada masyarakat yang bermukim di sepanjang kawasan pantai, untuk pindah, dan merelokasi pemukiman, mengingat masih tingginya ancaman abrasi pantai di wilayah tersebut.
Hal itu, menjadi salah satu solusi, selain upaya tekhnis teyang yerus dilakukan pemeritahan, termasuk rencana laporan pada pemerintah pusat dan propinsi untuk menata jalan dan jembatan yang harus dialihkan, karena sebagian sudah ditelan ombak.
“ Hal itu kami usulkan, karena langkah itu sangat mendesak, karena potensi abrasi masih tinggi, menyusul anomaly cuaca yang masih sangat sulit ditebak, “ ulas Weri Ikhwan, kasi PNM Tanjung Mutiara.
Dampak abrasi pantai yang melanda wilayah Muaro Putuih, nagari Tiku V Jorong, Rabu, menjadi musiah rutin setiap tahun, pasalnya saat pasang naik, abrasi akan terus menggerus daratan bahkan menjalar ke pemukiman padat penduduk.
(Ardi)
