Lubukbasung, KABA12.com — Pasca terbakarnya salah satu bangunan UPT BLK kabupaten Agam di Sungai Jariang nagari Manggopoh, Senin (11/12) pagi, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (DPMPTSP Naker) langsung mengajukan usulan pembangunan gedung baru agar proses pelatihan dapat berjalan normal. Pasalnya, akan ada 20 paket program pelatihan yang akan dilaksanakan pada tahun 2018 mendatang.
Baca Juga : BLK Agam Terbakar Senin Pagi
Baca Juga : KABA TERKINI BLK Agam Terbakar. Seluruh Peralatan Pelatihan Hangus
Kepala DPMPTSP Naker Agam Fatimah mengatakan, pihaknya akan membicarakan hal tersebut kepada Sekda agar proses pembangunan dapat dilakukan oleh PU melalui tender.
“Antisipasi kedepan kita akan upayakan untuk membangun gedung baru, karena kontruksi bangunan tidak memungkinkan untuk merenovasi. Kita akan bicarakan dengan Sekda agar pembangunan dapat dilakukan sesegera mungkin. Kita minta bantuan PU, untuk pembangunannya, apakah itu melalui tender atau bagaimana, yang jelas kita berharap kita kembali punya tempat untuk melaksanakan kegiatan pelatihan,” ujarnya pada KABA12.com, Senin (11/12).
Terkait dengan anggaran untuk pembangunan Fatimah menyebutkan telah menyediakan anggaran Rp 300.000.000,- yang sebelumnya memang sudah dianggarkan untuk biaya renovasi. Namun, mengingat bangunan yang terbakar seluas 8×20 meter pihak PU menaksir pembangunan gedung baru akan menghabiskan dana kurang lebih Rp 400.000.000,-.
“Berkaitan dengan anggaran, untuk kekurangan kita akan coba minta bantuan penambahan biayanya sekitaran Rp 100.000.000 lagi, yang jelas kita berharap pembangunan bisa dapat segera dilakukan, sehingga bulan April kita dapat melaksanakan kegiatan lagi,” harapnya.
Fatimah menambahkan, aktifitas pelatihan di BLK tersebut cukup padat. Pada tahun 2017 ada 7 paket program pelatihan yang telah dilakukan, seperti pelatihan keterampilan las, instalasi penerangan, menjahit bordir, pelatihan badcover, montir sepeda motor, dan pelatihan teknik kendaraan ringan. Sementara untuk di tahun 2018 diperkirakan akan ada penambahan program pelatihan sebanyak 20 program dari pemerintah provinsi, belum lagi adanya penambahan bantuan sarana 16 perangkat alat mesin jahit dari pemerintah pusat.
“Oleh sebab itu kita sangat berharap sekali pembangunan ruang baru untuk pelatihan ini, karena akan banyak kegiatan serta akan adanya penambahan bantuan sarana dari pemerintah pusat,” ulas Fatimah.
(Jaswit)