Kaba Agam

Distribusi Air PDAM Agam Stabil, Monti Beri Ultimatum

Dalko, kaba12 — Pasca penutupan sumber air utama DPAM Agam di Silasuang, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya oleh monti perwakilan 5 ninik mamak Nagari Tanjung Sani, Jumat pekan lalu, pasokan air bersih ke rumah-rumah penduduk di wilayah Kecamatan Lubukbasung sudah normal.

Walau sempat terputus total selama sehari akibat penutupan oleh perwakilan anak-kemenakan dari 5 ninik mamak tersebut, berhasil dibuka kembali oleh Forkopimca Tanjung Raya bersama pemerintah nagari Dalko, dan disepakati akar persoalan penyebab munculnya reaksi masyarakat itu akan dilakukan secara khusus pekan ini.

Informasi yang diperoleh kaba12, hingga Senin, (27/11) pasokan air bersih yang dikelola PDAM Agam dengan sumber utama di Bukik Silasuang, Nagari Dalko itu, sudah sepenuhnya normal, walau pasca penutupan Jumat sore,mulai malamnya, hingga Minggu pagi,pasokan air tersendat karena secara tekhnis, terputusnya pasokan air di pipa induk transmisi, akan berdampak luar biasa bagi kelancaran distribusi air sampai ke hilir pada konsumen.

Sementara, terkait akar persoalan yang menyebabkan munculnya reaksi keras masyarakat melalui Monti 5 ninik mamak Nagari (KAN) Tanjung Sani itu, disebutkan akan mulai dirumuskan Senin, (27/11) ini, sesuai pertanyaan Mulyadi, salah seorang Monti kepada Pers di Lubukbasung.
Sesuai pemberitaan media ini sebelumnya, warga bereaksi keras karena tuntutan warga terkait dengan pemanfaatan lahan ulayat mereka di sumber air utama PDAM Agam itu, sudah sejak awal tidak pernah direspon oleh manajemen perusahaan daerah tersebut.

Bahkan dalam tahun 2023 ini saja, perwakilan warga sudah 4 kali menyurati perusahaan tersebut, namun tidak mendapat respon, sehingga Jumat, (24/11) lalu, warga bereaksi dengan menutup pintu air di Silasuang yang berdampak luas bagi konsumen PDAM Agam.

Menurut Mulyadi, mengutip beberapa media di Kabupaten Agam, pihaknya memberi ultimatum PDAM Agam untuk bisa duduk satu meja, menyelesaikan persoalan itu melibatkan ninik mamak, monti dan jajaran terkait, agar masalah pemanfaatan lahan ulayat untuk sumber air itu betul-betul tuntas, “jika masih belum ada itikad baik, kami akan kembali melakukan tindakan serupa, ” tegas Mulyadi dengan nada tegas.

Sebelumnya menanggapi aksi penutupan pintu air sumber utama PDAM Agam itu, plt.direktur PDAM Agam H.Edi Busti menyebutkan, pihaknya akan berupaya dalam waktu dekat mencari solusi bersama unsur terkait.

Bahkan, Jumat, (24/11) lalu, Edi Busti yang juga Sekab.Agam itu menyebutkan, pihaknya meminta jajaran pemerintah nagari Dalko dan Forkopimca untuk turun ke lokasi penutupan sumber air di Silasuang itu, untuk menjembatani upaya musyawarah yang akan dilakukan bersama.

Hal serupa disebutkan Azinoparman, Walinagari Dalko,Kecamatan Tanjung Raya yang menyebut, solusi masalah itu akan dirumuskan bersama pihak-pihak terkait. Bahkan sebelumnya pemerintah nagari sudah menginformasikan pada pihak-pihak terkait, baik di PDAM Agam, Pemkab.Agam dan Forkopimca Tanjung Raya menyikapi perkembangan kondisi dan diusulkan dilakukan pertemuan secara khusus.

“ Kita berharap segera ada solusi, sehingga masalah itu bisa betul-betul bisa terselesaikan dengan tuntas didasari atas musyawarah-mufakat, “ sebut Walinagari Dalko itu lagi.

-HARMEN.-

0Shares
To Top