Kaba Pemko Bukittinggi

720 Warga Ikut Sekolah Keluarga Gemilang Tahun 2026

Posted on

Bukittinggi, KABA12 — Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) gelar pembukaan sekolah keluarga gemilang Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung, di Balairung Rumah Dinas Wako, Senin (27/04).

Wali Kota Bukittinggi, diwakili Sekretaris Daerah, Rismal Hadi, menyampaikan, keluarga merupakan unit terkecil yang menjadi pilar utama pembangunan daerah. Di tengah tantangan digital dan pergeseran nilai sosial, Pemerintah Kota Bukittinggi berkomitmen melalui Sekolah Keluarga Gemilang untuk menciptakan lingkungan yang sehat, cerdas dan religius, sejalan dengan visi Bukittinggi yang gemilang, berkeadilan dan berbudaya.

“Sekolah Keluarga Gemilang tidak boleh berhenti pada teori, tetapi harus mendorong perubahan pola pikir dan perilaku, termasuk kemampuan orang tua dalam digital parenting serta membangun komunikasi keluarga yang harmonis,” ujarnya.

Sekda juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor pasca pelatihan dengan peran aktif camat dan lurah dalam pembinaan berkelanjutan. Peserta diharapkan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Kepala Dinas P3APPKB Kota Bukittinggi, Susi Yanti, menjelaskan,
Program Sekolah Keluarga di Kota Bukittinggi telah dilaksanakan sejak tahun 2018.

Kegiatan ini adalah bertujuan membekali orang tua dengan pengetahuan dan keterampilan pengasuhan berbasis delapan fungsi keluarga, meningkatkan pemahaman tentang pendidikan dan kesehatan keluarga, perlindungan anak serta pembentukan karakter, sekaligus menjadi sarana edukasi dan kolaborasi dalam mewujudkan keluarga tangguh.

“Kegiatan Sekolah Keluarga Gemilang Tahun 2026 dilaksanakan sebanyak 15 kali pertemuan. Dua di antaranya berupa kuliah umum yang dilaksanakan di Aula Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi. Kuliah umum pertama narasumber Ketua TP PKK Kota Bukittinggi, Ny. Yesi Endriani Ramlan, yang juga merupakan inisiator sekolah keluarga. Sementara kuliah umum kedua direncanakan pada awal Juli dengan narasumber Buya Dr. Gusrizal Gazahar yang akan membahas makna dan tujuan pernikahan,” jelasnya.

Susi menambahkan, untuk 13 pertemuan lainnya dilaksanakan di masing- masing kelurahan setiap Selasa dan Kamis. Materi yang diberikan meliputi pengasuhan di era digital, manajemen konflik keluarga, nilai sosial budaya, pengelolaan sampah, peran orang tua, pencegahan narkoba dan HIV/AIDS, quality time keluarga, motivasi diri, peningkatan ekonomi, serta perencanaan keuangan keluarga.

“Adapun jumlah peserta sebanyak 720 orang, terdiri dari Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh sebanyak 224 orang, Kecamatan Guguk Panjang 226 orang, dan Kecamatan Mandiangin Koto Selayan 270 orang,” tambahnya.

(Ophik)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 1   +   10   =  

Populer

Exit mobile version