Bukittinggi, KABA12.com — 500 wanita berusia produktif di Kecamatan MKS mengikuti iva test di Kampus Universitas Fort de Kock, Rabu (22/01). Ketua TP PKK Kota Bukittinggi langsung membuka kegiatan itu, bersama Rektor Universitas Fort de Kock dan sejumlah Kepala OPD, Camat dan Lurah se kecamatan MKS.
Rektor Universitas Fort de Kock, Dr. H. Evi Hasnita, Spd Ners, M. Kes, menyampaikan apresiasi terhadap pemerintah yang telah mempercayakan Universitas Fort de Kock sebagai lokasi pemeriksaan iva test untuk warga kecamatan MKS tahun 2020. Hal ini menjadi salah satu komitmen dari Universitas Fort de Kock sebagai mitra pemerintah baik dalam dunia pendidikan dan kesehatan.
“Alhamdulillah, kami sangat bangga dan terimakasih kepada pemerintah yang mempercayakan Universitas Fort de Kock, sebagai lokasi pemeriksaan iva test tahun ini. Kita sadari, bahwa saat ini tingkat kesadaran masyarakat khususnya perempuan, masih sangat rendah untuk pemeriksaan ini. Masih banyak warga yang menganggap pemeriksaan iva test merupakan hal yang tabu. Tapi yang harus diketahui bahwa kanker serviks merupakan penyebab kematian terbesar bagi wanita. Untuk itu, harus segera diperiksa secara dini dan diobati jika ada terindikasi,” ujarnya.
Evi Hasnita, menambahkan, program ini juga sangat sinergi dengan prodi yang ada di Universitas Fort de Kock.
“Mahasiswa S2 kami dapat melakukan riset yang bermanfaat untuk pemerintah kota Bukittinggi dan Sumatra Barat, dalam rangka memecahkan masalah kesehatan yang ada di kota ini. Universitas Fort de Kock siap menjadi mitra kerja pemerintah baik bidan pendidikan maupun kesehatan,” ungkapnya.
Camat MKS, Erizal, menyampaikan, pemeriksaan IVA tesi di kecamatan MKS ini, memang menjadi program rutin sejak tahun lalu. Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan dari TP PKK dan juga kerja sama dengan Universitas Fort de Kock.
“Upaya Ini dilakukan untuk mengantisipasi masyarakat agar tercegah dari penyakit kanker leher rahim. Semoga dengan pemeriksaan ini, kesadaran masyarakat untuk selalu rajin memeriksakan diri dapat semakin meningkat. Karena memang, kanker leher rahim merupakan kanker yang paling banyak ditemui pada wanita di Indonesia, menempati urutan kedua setelah kanker payudara sebagai pembunuh wanita di dunia. Bagi wanita, kanker rahim paling tinggi dibanding kanker lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Bukittinggi, Ny. Yesi Endriani Ramlan, menyampaikan, pemeriksaan iva test adalah pemeriksaan dini kanker leher rahim. Ini adalah ancaman terbesar bagi kesehatan wanita. Kanker leher rahim bisa menjadi pembunuh utama wanita di Indonesia.
“Pemeriksaan iva test adalah perlindungan untuk diri kita sendiri untuk mendeteksi kanker leher rahim secara dini. Jika kanker serviks itu diketahui lebih dini maka bisa diobati. Kami juga berharap tim kesehatan dapat mengedukasi masyarakat bagaimana perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Itu yang utama sekali. Masalah sosial kemasyarakatan ini dapat kita tekan dengan kerjasama tim yang kuat,” ungkap Yesi yang juga Ketua Yayasan Kanker Indonesia Bukittinggi.
Ny. Yesi juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama dengan PKK untuk melaksanakan pekerjaan yang luar biasa ini. “Inilah kerjasama lintas sektoral dalam mewujudkan kesehatan masyarakat dan keluarga yang berkualitas,” jelasnya.
(Ophik)
