Bukittinggi, KABA12.com — 220 ASN Pemko Bukittinggi menerima SK kenaikan pangkat periode Oktober 2018. Walikota Bukittinggi menyerahkan SK tersebut secara simbolis kepada perwakilan ASN di Hall Balaikota Bukittinggi, Rabu (26/09).
Kepala BKPSDM Bukittinggi, Sustinna, menjelaskan, proses kenaikan pangkat itu sesuai aturan PP nomor 11 tahun 2017 dan Peraturan Kepala BKN nomor 12 tahun 2002. Dua tahun terakhir, untuk proses kenaikan pangkap BKPSDM telah menerapkan inovasi dengan prinsip pemprosesan tanpa pemberkasan dan tepat waktu.
“ASN tidak diwajibkan melakukan pemberkasan sendiri dan tidak ada lagi pembebanan biaya untuk prosesnya. BKPSDM memegang komitmen untuk melaksanakan inovasi tersebut,” jelasnya.
Masalah yang masih dihadapi saat menjalankan prosesnya, berkaitan dengan tenaga fungsional yang masih memiliki kesulitan dalam penilaian angka kredit. Namun BKPSDM tetap berkoordinasi dengan tim penilai sehingga masalah dapat diatasi dengan baik. BKPSDM tetap mengharapkan ASN berkoordinasi dengan BKPSDM untuk meminimalisir masalah tiap periode.
“Untuk golongan 1 diusulkan 15 usulan dan ke 15 nya disetujui, golongan 2 usulan 95 disetujui 92, 3 dibatalkan karena 1 meninggal dan 2 tidak memenuhi persyaratan, golongan 3 usulan 124 disetujui 95 dengan 29 lagi masih proses, golongan 4 usulan 26 disetujui 19 dengan 7 masih proses. Khusus golongan 4/C hanya satu orang dan sedang proses di BKN pusat,” papar Sustinna.
Untuk berikutnya, lanjut Kepala BKPSDM Bukittinggi, akan tetap dievaluasi dan koordinasi dengan BKN regional dan pusat. Semoga kedepan tidak lagi bahan kenaikan pangkat kita yang dikembalikan dan tidak memenuhi syarat.
Sementara itu, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, kenaikan pangkat merupakan penghargaan kepada ASN dengan proses sesuai aturan. Tentu penghasilan pun bertambah otomatis.
“Dengan kenaikan pangkat ada harapan promosi jabatan pula nantinya. Apalagi, bulan Oktober nanti, akan ada mutasi lagi dalam mengisi jabatan pensiun dan yang kosong. Setiap ASN harus selalu siaga dengan administrasi. Pekerjaan kita selesai dengan aman dan nyaman apabila dokumen dan administrasinya jelas,” ungkap Ramlan.
Walikota juga terus mengingatkan agar setiap ASN meningkatkan disiplin kerja. “Jangan main-main soal disiplin itu. Kita digaji oleh negara untuk bekerja, bukan untuk main-main. Tunjukkan disiplin kinerja dan keikhlasan dalam bekerja. Tantangan kedepan sangat berat. Banyak cita-cita dan harapan masyrakat yang harus kita wujudkan. Karena itu harus tepat perencanaan, pelaksanaan, pengawasan baru kita bisa berhasil,” jelasnya.
(Ophik)
