2 Warga Palupuah Meninggal di Jalinsum, Hendrizal : Segera Tuntaskan Perbaikan Jalan

Lubukbasung, kaba12 — Duka mendalam sangat dirasakan warga menyusul kecelakaan yang merengut 2 nyawa di jalan lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di KM 28 Bateh Rasak, perbatasan antara Paninggiran Bawah Nagari Nan Limo dengan Palimbatan Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuah, Minggu,(26/3).

Bahkan beberapa tokoh masyarakat setempat bereaksi keras, meminta kontraktor pelaksana perbaikan jalan negara di ruas jalan Palupuah-Bukittinggi itu, segera menuntaskan pekerjaan mereka, terutama menambal lobang-lobang jalan yang sebelumnya sudah digali, karena sangat berbahaya dan berdampak luar biasa bagi pengguna jalan.

Kecelakaan maut yang menyebabkan Farel Hariri dan Azizul Mifthahul Huda yang merupakan dua saudara sepupu, warga Sawah Kareh, nagari Pasia Laweh, kecamatan Palupuah, meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke IGD RSAM Bukittinggi untuk mendapatkan pertolongan.

Namun, hanya dalam hitungan pasca kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.00 WIB menjelang berbuka puasa, nyawa Azizul Mifthahul Huda tak tertolong disusul dua jam kemudian Farel Hariri. Kondisi ini membuat histeris keluarga dan warga setempat,

Kecelakaan maut yang terjadi antara truck canter box dengan nomor polisi K 1806 AM yang dikemudikan Antoni, (48) warga Bukik Cangang, Bukittingi dengan sepeda motor jenis Yamaha MX dengan nomor polisi BA 2902 BI yang dikendarai Azizul Miftahul Huda,(17) yang membonceng Farel Hariri, keduanya warga Sawah Kareh, nagari Pasia Laweh, kecamatan Palupuah, diduga akibat truk berupaya menghindari jalur jalan yang berlobang, sehingga tabrakan tidak bisa dihindari.

Reaksi keras dan ungkapan duka mendalam disampaikan Hendrizal, anggota DPRD Agam dari fraksi PAN yang juga tokoh masyarakat Palupuah yang mengaku sangat berduka atas musibah kecelakaan yang merengut dua nyawa warga yang masih berstatus pelajar, bahkan keduanya masih saudara sepupu itu.

Segera Perbaiki Ruas Jalan

Hendrizal mengaku sangat prihatin dengan musibah kecelakaan yang terjadi tersebut, “ kami betul-betul berduka, apalagi saat melayat ke rumah duka, melihat dua mayar terbujur kaku dalam satu rumah, disela isak tangis keluarga yang menyayat hati, “ ungkap Hendrizal pelan.

Menanggapi kejadian tersebut, Hendrizal yang mendapat laporan dari warga dan beberapa saksi di lokasi kejadian, yang menyebutkan, penyebab tabrakan tersebut akibat truk mencoba menghindari lobang galian perbaikan jalan yang dilakukan kontraktor jalan negara itu, sementara saat bersamaan sepeda motor korban datang dari arah Palupuah menuju Bukittinggi, sehingga tabrakan tidak bisa dihindari.

Kondisi itu memicu reaksi banyak pihak, pasalnya ruas Jalinsum yang sudah lebih 15 hari digali itu, masih dibiarkan berlobang disana-sini, padahal ruas jalan tersebut dikenal sebagai salah satu ruas jalan yang padat dilalui kendaraan.

“ Kami minta pihak terkait segera menyelesaikan pekerjaan tersebut, untuk mengantisipasi kembali jatuhnya korban, “ tegasnya serius.

Hendrizal menyebutkan, laporan pihaknya di jalur Palupuah-Bukittinggi itu, akibat adanya perbaikan ruas jalan negara tersebut, dalam 15 hari terakhir sudah cukup banyak korban yang jatuh akibat lobang yang digali di mayoritas badan jalan, bahkan Minggu kemarin, menyebabkan 2 warga meninggal dunia.

“ Kami minta, pihak terkait dalam perbaikan ruas jalan itu segera memperbaiki dan menambal lobang yang sudah digali tersebut, karena ruas jalan lintas Sumatera itu sangat padat, apalagi menjelang hari raya mendatang. Kami minta hal ini jadi perhatian serius, “ tegas Hendrizal lagi.

Informasi yang diperoleh kaba12, dua korban kecelakaan yang meninggal di RSAM Bukittinggi itu akan dikebumikan siang ini, mendapat perhatia luas warga setempat.

HARMEN

0Shares