Lubukbasung Kian Tacelak
Sudah menjadi komitmen awal pasangan H.Indra Catri Dt.Malako nan Putiah- Trinda Farhan Satria saat menjabat bupati-wakil bupati Agam periode 2016-2021 untuk menjadikan Lubukbasung sebagai sentral kegiatan pelayanan pemerintahan yang representative dan lengkap dengan berbagai sarana pendukung.
Dan hal itu mulai dibuktikan secara bertahap dengan memfokuskan pembangunan berbagai sarana perkantoran di ibukota kabupaten Agam, Padang Baru, Lubukbasung.
Tak sekedar cerita, proses pembangunan sarana perkantoran megah di pusat pemerintahan kabupaten Agam saat ini, berlanjut, bahkan kini, memasuki 2 tahun menjabat, gedung kantor OPD Pemkab Agam sudah hampir lengkap, dan masih akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung sampai tahun 2022 mendatang.
Kini, melihat kawasan Padang Baru, Lubukbasung, sudah jauh berbeda. Mayoritas kawasan sudah dipenuhi gedung 2 lantai dengan konstruksi khusus yang memberi warna beda bagi sosok Lubukbasung sebagai pusat pemerintahan kabupaten Agam.
Tak hanya itu, komitmen H.Indra Catri, selama dia menjabat kepala daerah di kabupaten Agam ini, pihaknya akan menyelesaikan pembangunan seluruh kantor camat yang ada di kabupaten Agam, dan hal itu sudah dilakukan. Hanya beberapa kecamatan yang masih dalam proses persiapan pembangunan gedung baru.
“ Gedung indah, sarana lengkap, akan memberi kenyamanan bagi masyarakat yang akan dilayani aparatur pemerintahan, “ sebut Indra Catri.
Dorongan membangun itu, yang kini terus digebyarkan Pemkab Agam, selain target berbagai program strategis yang diarahkan untuk pengembangan mutu sumber daya manusia dan potensi alam dengan program-program strategis, mulai dari Agam menyemai , gelora Palembayan, save Maninjau, dan kini muncul lagi Agam peduli.(*)
“ Gelora Palembayan “ Potensi Luar Biasa Kabupaten Agam
Memasuki 2 tahun masa pemerintahan pasangan H.Indra Catri-Trinda Farhan Satria, 17 Februari 2018, sebagai bupati-wakil bupati Agam periode 2016-2021 banyak dinamika dan ide-ide yang bermunculan untuk mendorong kemajuan di berbagai nagari dan kecamatan.
Beragam program digagas, dan mulai ditindaklanjuti secara bertahap, bahkan di tahun ini, banyak konsentrasi program yang diarahkan untuk pengembangan potensi nagari dan kecamatan yang spesifik. Sasarannya, akan direalisasikan one village, one product yang sejaka lama menjadi target pemerintah.
Secara umum, target pengembangan potensi masing-masing nagari di kabupaten Agam, masih dikonsentrasikan di bidang pertanian dan perkebunan, yang kini diarahkan untuk masing-masing kecamatan, agar bisa bergerak dinamis dengan serangkaian terobosan dan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.
Konsep pengembangan inilah, yang kini diarahkan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD), dalam memaksimalkan kegiatan yang diarahkan untuk nagari dan kecamatan, seiring dengan kesinambungan program Agam Menyemai yang sejak awal masa pemerintahan Indra Catri sudah dikumandangkan.
Di tahun kedua, periode kedua bupati Indra Catri, sejak 2 tahun terakhir, pihaknya sengaja memfokuskan dukungan untuk pengembangan potensi yang dimiliki wilayah Palembayan yang digelar dengan ikon Gelora Palembayan.
Sejak awal 2017 lalu, di kecamatan Palembayan, sudah diapungkan ikon Gelora Palembayan yang dikonsentrasikan untuk pengembangan potensi perkebunan, pertanian dan peternakan yang digodok khusus oleh Dinas Pertanian Agam.
Proyeksi utama gelora Palembayan yang dikumandangkan sejak setahun terakhir, terutama selain untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki kecamatan Palembayan, memacu peningkatan kesejahteraan masyarakat, yang bersumber dari program utama Agam Menyemai dengan menggelorakan semangat untuk menanam di lahan-lahan produktif yang dimiliki masyarakat.
Secara spesifik, target Gelora Palembayan adalah, untuk mendapatkan jaminan ketersediaan pangan, merupakan hak dasar dari setiap individu. Sejalan dengan hal tersebut, pada tahun 2018, dibawah kepimpinan Indra Catri-Trianda Farhan, Pemerintah Kabupaten Agam terus berbenah untuk mendorong kedaulatan dan kemandirian pangan yang berkelanjutan mulai dari hulu sampai hilir.
“Secara makro, ada dua program prioritas di tahun 2018 yang kita kedepankan, yaitu peningkatan produksi dan produktivitas pangan, baik itu pangan nabati maupun hewani”, demikian diungkapkan Ir. Afdhal, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam.
Untuk mencapai hal tersebut, program prioritas diterjemahkan menjadi kegiatan-kegiatan unggulan, diantaranya dengan peningkatan produktifitas pajale (padi, jagung dan kedelai) melalui bantuan benih, perbaikan infrastruktur pertanian (dam parit, jalan usaha tani, embung), penyaluran pupuk, pengamanan serta pengendalian organisme pengganggu tanaman (opt), penyaluran alsintan, penanganan panen dan pasca panen, penyaluran bibit unggul buah-buahan dan perkebunan, perluasan kawasan hortikultura, peningkatan populasi ternak melalui program Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB) dan mendorong pelaku usaha dibidang pengolahan dan pemasaran hasil pertanian/peternakan.
“Semua kegiatan tersebut dimaksudkan guna mendorong peningkatan dan produktivitas hasil pangan, termasuk di wilayah Palembayan,” ujar Afdhal.
Secara umum, program gelora Palembayan, dijelaskan, Ir. Arief Restu, M. Si, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Agam menambahkan bahwa, padi, jagung dan kedele (pajale) masih menjadi komoditas tanaman pangan utama yang terus dipacu produksinya dengan target peningkatan produksi minimal 5%.
Untuk komoditas padi, sepanjang tahun 2017 terealisasi tanam seluas 76.343 hektar, dan panen 74.764 hektar. Dan target tanam pada tahun 2018 adalah 77.555 hektar dengan provitas 6,12 ton/hektar dengan produksi yang diharapkan 456.047 ton.
“Provitas padi Kabupaten Agam tahun 2017 adalah 5,6 ton/ hektar dengan produksi 418.678 ton”, ungkap Arief.
Sedangkan produksi jagung, pada tahun 2017, adalah 114.730 ton dengan provitas 7,7 ton/hektar. Dan pada tahun 2018, tanam jagung ditargetkan seluas 15.428 hektar dengan target panen seluas 14.393 hektar, provitas 7,8 ton/hektar .
“Kita berhasil surplus beras sebanyak 189,37 ton pada tahun 2017”, jelas Arief.
Dan untuk komoditi kedele, menunjukkan perkembangan yang signifikan, dimana hasil panen demplot kedele varietas grobogan yang dilakukan Kelompok Tani (Poktan) Mekar Nagari Sungai Batang Kecamatan Tanjung Raya, memperoleh hasil yang luas biasa dengan perhitungan ubinan sebesar 3,52 ton/hektar.
“Hasil ubinan ini membuktikan bahwa kedelai sangat layak dikembangkan di Kabupaten Agam, sehingga pengembangan kedelai pada tahun 2018 kita tingkatkan seluas 800 hektar, dimana pada tahun sebelumnya pengembangan kedelai seluas 475 hektar” ujar Arief.
Untuk mencapai target peningkatan produksi, kata Arief, perlu didukung oleh infratruktur pertanian yang baik. Sehingga di tahun 2018, pembangunan dan perbaikan infrastruktur untuk mendukung pembangunan pertanian terus dilanjutkan seperti tahun-tahun sebelumnya, seperti pembangunan dam parit, embung, jalan usaha tani, bantuan saprodi pupuk serta alat dan mesin pertanian.
Pengembangan kawasan sektor hortikultura juga menjadi skala prioritas untuk ditingkatkan hasil produksinya, diantaranya dengan perluasan maupun pengembangan kawasan. Salah satunya dengan menargetkan pengembangan kawasan buah-buahan seluas 65 hektar, dengan komoditi jeruk dan manggis.
Selain tanaman buah, dinas pertanian juga akan melakukan pengembangan kawasan komoditi cabe, bawang merah dan bawang putih seluas 120 hektar. Pengembangan kawasan tersebut juga akan didukung dengan memfasilitasi bantuan sarana pasca panen seperti alat dan mesin pengolahan dan gudang penyimpanan hasil.
“Dan sektor hortikultura juga merupakan salah satu garda terdepan dalam mendukung program Agam Menyemai yang lahir dari pemikiran dari Bupati Agam dua periode, dan telah diakui Pemerintah Pusat dengan raihan Innovatife Goverment Award”, jelas Arief.
Dikatakan Arief, penyaluran bibit untuk mendukung program Agam Menyemai, baik itu untuk tanaman buah-buahan maupun perkebunan dari tahun 2016-2017 telah terealisasi sebanyak 330 ribu batang.
Dan untuk tahun 2018, penyediaan bibit agam menyemai tetap berlanjut dengan untuk pemanfaatan lahan kosong produktif, seperti bibit alpokat, lengkeng, rambutan, petai, nangka, jengkol, mangga, pinang dan lain sebagainya.
Di sektor perkebunan, selain menyalurkan bantuan bibit unggul seperti cengkeh, sawit, pala, kopi, kelapa dalam, tembakau dan lain sebagainya, juga akan dilaksanakan kegiatan pelatihan dan bimbingan pengoperasian teknologi tepat guna.
Hal ini dimaksudkan agar selain berusaha tani, masyarakat juga mampu melakukan pengolahan terhadap hasil produksi tanaman perkebunan yang dimiliki. Misalnya pengolahan hasil kakao, petani akan dibimbing secara teknis dalam kegiatan sekolah lapang.
“Kita juga mengalokasikan anggaran untuk melakukan study banding bagi petani kakao, sebagai motivasi dan referensi dalam melakukan usaha pengolahan hasil”, ujar Arief.
Bupati Agam, Indra Catri, juga menginginkan masing-masing kecamatan agar memiliki komoditi unggulan. Seperti kopi robusta, duku dan manggis akan lebih difokuskan pengembangannya di kecamatan Palembayan.
Komoditi pala dan cengkeh di kecamatan Tanjung Raya. Casiavera dan pinang di kecamatan Malalak. Kelapa dalam akan lebih difokuskan di kecamatan Lubuk Basung dan pengembangan kawasan jeruk di Kecamatan Palupuh.
Untuk memacu populasi ternak melalui program SIWAB, ditargetkan perlakuan Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik terhadap 6.000 ekor sapi betina produktif, setelah ditahun sebelumnya pada 2017, realisasi pelaksanaan IB di kabupaten Agam sebanyak 5.287 ekor.”Secara keseluruhan, populasi ternak besar Kabupaten Agam adalah 54.775 ekor” jelasnya.
Dari jumlah tersebut, jelas Arief, ketersediaan pangan asal hewani dalam hal ini daging di Kabupaten Agam adalah 11.571 ton. Sementara kebutuhan konsumsi daging masyarakat di Kabupaten Agam masih berkisar di angka 1.510 ton. Sehingga dengan target IB sebanyak 6.000 ekor, maka Arief mengatakan bahwa ketersediaan pangan hewani di Kabupaten Agam untuk beberapa ke tahun kedepan mencukupi, bahkan untuk menghadapi hari besar keagamaan, seperti Idhul Adha. Dimana pada tahun sebelumnya, jumlah hewan yang diqurbankan adalah 5.105 ekor.
Beragam prestasi yang telah diraih, termasuk proyeksi yang sudah dicadangkan tersebut, , Dinas Pertanian Agam, berkomitmen mendukung program strategis “Save Maninjau” dan “Gelora Palembayan” yang merupakan program prioritas pemerintah daerah dalam upaya penyelamatan danau Maninjau, di kecamatan Tanjung Raya dan menggerakkan perekonomian masyarakat di kecamatan Palembayan.
“Seluas 70 hektar areal akan kita kembangkan untuk penanaman jagung melanjutkan kegiatan tahun sebelumnya yang juga seluas 70 hektar di Palembayan,” ungkap Arief.
Lebih dari 15.000 batang bibit unggul buah-buahan, seperti manggis dan duku akan disalurkan di kecamatan Palembayan.
Pembibitan di Nagari Salareh Aia, Palembayan, akan menyediakan bibit unggul komoditas perkebunan untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat.
“Juga pengembangan kawasan budidaya tembakau rendah nikotin serta memberikan bantuan berupa sarana pengolahan hasil tembakau”, tambahnya.( *)
#Save Maninjau ,Kembangkan Potensi Pertanian
Program #Save Maninjau, Dinas Pertanian Agam menfokuskan agar masyarakat di sekitar danau Maninjau mau mengalihkan usahanya, dari pelaku usaha keramba jala apung menjadi pelaku usaha di bidang pertanian.
“Selain pengembangan pajale, kita juga akan mengembangkan sektor hortikultura dan perkebunan”, ungkap Arief Restu, sekretaris Dinas Pertanian Agam.
Dijelaskan, dukungan dinas pertanian Agam dalam program #Save Maninjau untuk sektor hortikultura adalah pengembangan cabe dan bawang merah, dua komoditi yang sering menyebabkan fluktuasi harga di tingkat masyarakat.
Untuk sektor perkebunan, komoditi cengkeh dan pala akan dikembangkan, untuk mengembalikan kejayaan sejarah kecamatan Tanjung Raya sebagai daerah penghasil tanaman rempah.
Beragam agenda itulah yang kini diproyeksikan Pemkab Agam, dan sepanjang 2 tahun pengabdian pasangan Indra Catri-Trinda Farhan Satria, berbagai pijakan dan tahapan sudah dilakukan, dan di tahun ketiga saat ini, ditargetkan berbagai terobosan khusus yang diarahkan untuk mengembangkan beragam potensi luar biasa yang dimiliki seluruh kecamatan di kabupaten Agam, termasuk kecamatan Palembayan yang sengaja difokuskan dengan program Gelora Palembayan, dan kecamatan Tanjung Raya dengan program #Save Maninjau yang secara spesifik dilaksanakan oleh tim khusus yang dibentuk bupati Agam.-( * )
