Maninjau, KABA12 — Sebanyak 198 murid baru SMAN 1 Tanjung Raya, Kabupaten Agam, mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang dimulai pada Senin (13/7). Ratusan peserta tersebut terbagi ke dalam enam rombongan belajar (rombel).
Kepala SMAN 1 Tanjung Raya, Lidiya Ningsih didampingi guru muatan lokal Rudi Yudistira, mengatakan kegiatan MPLS tahun ini berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026. Program tersebut mengusung konsep MPLS Ramah yang berfokus pada pembentukan karakter positif peserta didik.
“Tujuan MPLS Ramah adalah membentuk karakter siswa, mencegah terjadinya perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, serta berbagai bentuk tindakan kriminal lainnya. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan disiplin, memperkenalkan lingkungan sekolah, dan membangun semangat belajar siswa sejak hari pertama,” ujarnya kepada KABA12, Senin (13/7).

Menurut Lidiya, antusiasme murid baru dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sangat tinggi. Seluruh peserta hadir mengikuti MPLS sejak hari pertama.
“Alhamdulillah, kehadiran murid baru mencapai 100 persen. Pada penutupan nanti kami juga akan mengundang orang tua untuk mengikuti sosialisasi sebagai bagian dari penguatan sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi pendidikan anak,” katanya.
Disisi lain, pihak sekolah juga terus melakukan pembenahan sarana dan prasarana. Setelah kegiatan gotong royong dan perbaikan gedung selesai, sekolah berencana melakukan renovasi pagar serta membangun satu ruang kelas baru melalui bantuan pemerintah pusat. Pembangunan ruang kelas tersebut direncanakan dimulai pada akhir tahun 2026.
Ia berharap para murid baru dapat tumbuh menjadi siswa yang berkarakter, disiplin, serta memiliki motivasi belajar yang tinggi. Menurutnya, pengembangan potensi siswa juga akan terus didorong melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler.
“Kami berharap tidak ada kekerasan maupun bullying di lingkungan sekolah. Siswa diharapkan memiliki karakter yang baik, disiplin, serta mampu mengembangkan potensi diri melalui berbagai kegiatan positif,” sebutnya.
Ia menambahkan, kemajuan pendidikan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari sekolah, pemerintah, orang tua, hingga masyarakat.
Karena itu, pihak sekolah berharap orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama dalam mendukung proses belajar. Peran lingkungan dan masyarakat juga dinilai penting untuk mengawasi peserta didik agar tidak berkeliaran di luar sekolah saat proses belajar mengajar berlangsung.
“Pengawasan terhadap anak sangat diperlukan agar motivasi belajar tetap terjaga dan proses pendidikan dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.
(Bryan)