Batu Palano, kaba12 — Bupati Agam Dr. H.Andri Warman, MM ungkap duka mendalam menyusul dampak bencana Erupsi Gunung Api Marapi, Minggu, (3/12) kemarin yang update informasinya menyebutkan tercatat 18 orang meninggal dunia.
Ungkapan duka itu disampaikan pada seluruh keluarga pendaki Gunung Marapi yang terjebak erupsi baik yang dinyatakan meninggal, yang berada dalam perawatan rumah sakit dan para pendaki yang berhasil selamat.
Bahkan, secara khusus Dr. Andri Warman ditengah kegiatannya yang padat mendatangi lokasi evakuasi dan Pos Komando Penyelamat para pendaki bencana erupsi Gunung Marapi di Kantor Walinagari Batu Palano, sejak Senin malam hingga Selasa, (5/12) dini hari.

Dalam kunjungannya Bupati Agam, mendatangi berbagai lokasi diantaranya tempat pencarian dan pelaporan, posko kesehatan, posko PMI, dapur umum dan lainnya.
Bupati Agam itu juga berdialog dengan Jumrizal keluarga salah seorang ayah pendaki yang anaknya masih belum ditemukan yang terdata dalam daftar pendaki bernama Frengki Candra Kusuma (23).
Dalam dialog tersebut, Jumrizal menjelaskan Frengki merupakan mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) jurusan Pendidikan Luar Sekolah yang berasal dari Kabupaten Solok Selatan, ” kami masih menunggu kabar kondisi anak kami pak, ” ujarnya dengan cemas pada Dr. Andri warman .

Mendengar kecemasan keluarga tersebut, Bupati Agam meminta kepada tim gabungan BPBD Agam agar meningkatkan segala upaya dan usaha untuk menemukan para pendaki yang masih belum ditemukan.
Selain membantu menguatkan keluarga itu, Bupati Agam juga turut berdoa agar para pendaki yang tersisa bisa kembali pulang dengan selamat.
“Kita doakan, semoga para pendaki yang masih belum ditemukan dapat pulang kepada keluarga dalam keadaan sehat ,” ungkapnya.
Bupati Agam itu juga memberi support tim gabungan evakuasi dampak Erupsi Gunung Api Marapi, termasuk petugas dapur umum tim TAGANA Agam dan para personil lapangan.
Terpisah, Bambang Warsito Kepala BPBD Agam menyebutkan , penanganan pasca bencana erupsi Gunung Marapi dibangun 2 posko penyelamat yakni Posko Batu Palano dan Koto Baru.
Dijelaskan, masing-masing posko terdata jumlah pendaki masing-masing di Posko Batu Palano sebanyak 54 orang dan Koto Baru 21 dengan total pendaki yaitu 75 orang.

“Posko Batu Palano dari 54 pendaki 28 orang ditemukan dalam keadaan selamat, 3 menderita luka -luka dan dirawat di RSAM Bukittinggi, sementara 23 orang ditemukan,” jelasnya.
” Para pendaki dari Koto Baru sebanyak 21 orang telah pulang dengan selamat, ” jelas Bambang Warsito.
Bambang Warsito menambahkan dalam penanganan bencana erupsi Gunung Api Marapi BPBD Agam menurunkan 16 orang personil, dibantu tim gabungan Basarnas, PMI, KSB, BPBD Bukittinggi, personil TNI-Polri, TAGANA yang mengelola dapur umum untuk tim gabungan bersama masyarakat.
Saat ini proses pencarian terhadap para pendaki yang belum berhasil ditemukan masih terus dilakukan, termasuk evakuasi para korban yang meninggal.
(HARMEN)
