Maninjau, KABA12 — Ribuan ikan budidaya keramba jaring apung (KJA) di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam kembali mengalami kematian secara massal.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Agam, Rosva Deswira menyebutkan, kematian ikan budidaya jenis nila itu terjadi pada Minggu (14/5) malam akibat kekurangan oksigen setelah dilanda angin kencang dan cuaca ekstrim.
Ia menyebut bahwa ikan mati tersebut merupakan milik para petani KJA di Nagari Bayur dengan jumlah sebanyak 15 ton. Jumlah tersebut didapat dari hasil pendataan yang dilakukan oleh penyuluh perikanan.
“Kematian ikan hanya terjadi di wilayah Nagari Bayur dengan jumlah 15 ton,” kata Rosva Deswira kepada KABA12, Selasa (16/5).
Ia menambahkan, sebelum mati massal secara mendadak, ikan tersebut mengalami pusing atau ‘maangai’ ke atas permukaan danau. Hal terjadinya karena kurangnya kadar oksigen akibat fenomena upweeling atau pembalikan massa air.
“Awalnya ikan mengalami pusing karena kekurangan oksigen, lalu mati mendadak dan mengapung ke permukaan danau,” ujarnya.
Pihaknya meminta para petani KJA untuk tidak membuang bangkai ikan ke perairan danau karena dapat menambah beban pencemaran lingkungan Danau Maninjau.
“Kita menghimbau petani KJA yang mengalami kematian ikan untuk tidak membuang bangkai ikan ke danau karena bisa mencemari kawasan danau. Solusinya adalah dengan cara dikubur di darat,” jelasnya.
(Bryan)
