Bayua, KABA12 — Sebanyak 128 warga korban banjir bandang yang terjadi di Jorong Sungai Rangeh, Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam masih bertahan di tempat pengungsian hingga Selasa (12/12).
Walinagari Bayua Hadi Fajrin menyebutkan, warga yang terdampak banjir bandang tersebut memilih bertahan di tempat pengungsian karena khawatir terjadi bencana susulan. Pasalnya intensitas hujan masih tinggi melanda wilayah Kecamatan Tanjung Raya terutama saat sore dan malam hari.
“Kondisi sekarang masih belum kondusif sehingga warga korban banjir bandang memilih bertahan di tempat pengungsian. Mereka juga khawatir terjadi banjir bandang susulan mengingat curah hujan masih tinggi,” kata Hadi Fajrin kepada KABA12, Selasa.

Ia menambahkan, 128 warga korban banjir bandang di Jorong Sungai Rangeh hingga kini mengungsi di dua tempat, yakni di Kantor Walinagari Bayua sebanyak 63 jiwa, dan SDN 02 Bayua sebanyak 65 jiwa.
“Untuk kebutuhan korban yang mengungsi sampai saat ini masih cukup dan terpenuhi. Kita juga telah mendirikan dapur umum untuk memenuhi konsumsi para pengungsi,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Tanjung Raya Roza Syafdefianti mengatakan, pemerintah telah menurunkan tiga unit alat berat ke lokasi terdampak banjir bandang untuk melakukan pembersihan material dan normalisasi sungai.
Ketiga alat berat tersebut yakni 1 excavator milik BWS V Sumatera, 1 excavator dan 1 whel loader milik Dinas PUTR Agam.
“Alat berat sudah beroperasi pasca kejadian banjir bandang untuk membuka akses jalan antar jorong dan membersihkan sisa material,” katanya.

Roza menyampaikan, banjir bandang yang terjadi pada Kamis sore dan Jum’at malam kemarin itu sempat menutup akses jalan antar jorong sepanjang 100 meter dengan ketinggian material 1 sampai 2 meter. Selain merusak lahan pertanian masyarakat, material lumpur dan batu juga menghanyutkan 1 sekolah taman kanak-kanak (TK) dan 2 rumah warga.
Selain itu, 1 mushala rusak berat akibat dihantam material lumpur dan batu berukuran besar.
“Banjir bandang kali ini juga merusak lapangan voli, dan puluhan rumah warga. Rinciannya 10 unit rumah rusak berat, 3 unit rusak sedang, dan 21 unit rusak ringan akibat dimasuki material lumpur,” jelasnya.
(Bryan)