Kaba Bukittinggi

100 Tahun Jam Gadang, Prof. Anhar Gonggong : Bukittinggi Kota Perjuangan Dalam Kenyataan Kedaruratan Republik

Bukittinggi, KABA12 — Kata “Kota Perjuangan” pasti benar untuk Bukittinggi dalam konteks waktu. Namun, harus ada kelanjutannya, agar Bukittinggi memiliki kekhasan yang tidak dimiliki daerah lain, saat masa mempertahankan kemerdekaan.

Hal itu disampaikan sejarawan senior, Prof. Anhar Gonggong, dalam seminar nasional “Bukittinggi Kota Perjuangan” di Balairung rumah dinas wali kota, Kamis, (18/6/2026).

Dalam paparannya, Prof. Anhar, mengingatkan kepada Pemko Bukittinggi dan seluruh sejarawan, agar dapat menambah kelanjutan dari kata “Kota Perjuangan” yang memberikan kekhasan terhadap Bukittinggi.

“Harus diingat kata perjuangan dalam rangka mempertahankan kemerdekaan itu berada di semua kota. Nah persoalannya, apa khas nya Bukittinggi dibanding dengan kota-kota yang lain, sehingga dia mempunyai hak yang berbeda dengan harga dari kota-kota yang lain itu? Kalau saya ditanya, maka saya akan mengatakan, Kota Bukittinggi kota perjuangan dalam kenyataan kedaruratan Republik. Itu yang membedakannya dari daerah lain,” ungkapnya.

Saat Belanda ingin melakukan agresi kedua, Amerika melalaui tiga petinggi negaranya, telah mengingatkan, bahwa posisi Indonesia itu sangat penting untuk waktu puluhan tahun yang akan datang. Namun, Belanda tidak mengindahkan hal itu dan tetap melakukan agresi kedua.

“Dalam prosesnya, Belanda kalah, Indonesia menang. Disinilah posisi Bukittinggi dalam mempertahankan kehidupan Republik Indonesia,” ujarnya.

Ia meminta Pemko Bukittinggi mendiskusikan hal yang menunjukkan kekhasan kata perjuangan yang dikaitkan dengan Bukittinggi, untuk diminta kepada pemerintah. Karena Papua sudah diberikan istimewa apalagi Yogyakarta sebagai ibukota kedua.

“Sekali lagi saya katakan Bukittinggi adalah ibukota atau kota yang punya kekhasan. Dan saya mendukung anda (walikota -red)dalam memperjuangan kota istimewa. Saya tentu tidak mungkin menyalahi kenyataan sejarah, bahwa Bukittinggi, memiliki sikap, memiliki kenyataan yang berbeda dengan daerah- daerah lain, dengan kota-kota lain, dibanding dengan kota-kota di dalam periode kemerdekaan itu. Khasnya ada dan tidak akan pernah ada yang menyamainya,” tutupnya tegas.

(Ophik)

0Shares
100 Tahun Jam Gadang, Prof. Anhar Gonggong : Bukittinggi Kota Perjuangan Dalam Kenyataan Kedaruratan Republik
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 0   +   8   =  

To Top