Bukittinggi, KABA12.com — Wakil Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, berkunjung ke Kota Bukittinggi. Kegiatan resmi pertama Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) itu, memberikan orasi kebangsaan, di Universitas Muhammadiyah (Um) Sumatra Barat, Kampus III Bukittinggi, Jumat (31/12).
Dalam orasinya, Zulkifli Hasan, menyampaikan, orang tua dan dirinya sendiri sangat menggemari sosok Buya Hamka. Banyak ilmu yang dapat diambil dari buku buku karya Buya Hamka.
“Sesuai bukunya, Buya Hamka mengatakan kalau hidup itu ujian. Kita harus pahami ini. Mahasiswa UM Sumbar rugi kalau ga’ baca buku Buya Hamka, teladani itu,” ungkapnya.
Untuk para mahasiswa, Zuhas berpesan, perkembangan negeri saat ini harus terus diikuti. Saat ini Indonesia menggunakan sistem demokrasi, one man one vote. Masa depan negeri, ditentukan dua lembaga eksekutif dan legislatif.
“Untuk menyelesaikan persoalan masyarakat, bisa dengan cara legislasi. Banyak suara menang, sedikit suara kalah. Demokrasi seharusnya menghasilkan pemimpin yang diinginkan masyarakat. Tapi realitanya, demokrasi kita saat ini masih banyak yang transaksional. Jika masyarakat tidak berubah, negeri ini tidak akan berubah. Saya berharap, kampus UMSB jadi pelopor untuk memberikan pendidikan politik yang baik untuk masyarakat,” ujar petinggi negara yang berasal dari Lampung itu.
Selanjutnya, mantan Ketua MPR RI ini, juga menegaskan bahwa pentingnya memperkuat persatuan. “Umat Islam rindu persatuan, rindu saling menghormati dan menghargai. Saat ini antara ormas Islam saja banyak yang tidak sependapat. Untuk itu, mari kita bersama meciptakan persatuan dan kesatuan. Kita banyak tapi tidak menyatu. Ini tugas kita bersama, butuh kesadaran,” lanjutnya.
Zulhas juga berpesan, pada abad milineal ini, mahasiswa haris menyiapkan diri. Jika tidak siapkan diri dengan baik, akan jadi follower saja.
“Abad ini harus punya ilmu. Dengan ilmu lahir keterampilan, dengan keterampilan lahir kreatifitas. Dengan kreatifitas lahir inovasi. Inovasi lah yang diperlukan saat ini. Zaman sekarang, lulus SMA harus mandiri. Oleh karena itu, siapkan diri sebaik baiknya, tekunlah belajar dan berdoa kepada Allah. Gantungkan cita cita setinggi setingginya, bekerja sungguh sungguh, minta bantu kepada Allah,” pungkasnya.
Sementara itu, Rektor UM Sumbar Dr. Riki Saputra, mengungkapkan kebanggannya atas kehadiran Wakil Ketua MPR RI ke kampus III UM Sumbar Bukittinggi. “Ini mukjizat, seorang petinggi negara hadir di satu Universitas untuk kesekian kalinya,” ungkapnya.

Rektor muda itu, juga menyampaikan, tahun 2021, UM Sumatra Barat menjadi kampus swasta terbaik dua di Sumbar. Masuk lima besar kampus terbaik jika digabung dengan universitas negeri di Sumatra Barat.
“UM Sumbar akan tetap menjalani perubahan dan perkembangan ke arah yang lebih baik. Baik itu secara akademik maupun non akademik. Hal ini tidak lepas dari peran tokoh penting seperti Bapak Wakil Ketua MPR RI, Bupati Agam, Wakil Ketua DPRD Sumbar dan tokoh penting lainnya. Bapak Zulkifli Hasan merupakan sosok negarawan yang patut diteladani. Punya nilai spiritual, intelektual dan empirikal. Mahasiswa haris bisa mengambil teladan dari beliau, karena mahasiswa UM Sumatra Barat merupakan bibit pemimpin bangsa di masa yang akan datang,” ungkapnya.
Orasi kebangsaan itu, ditutup dengan penyerahan cendera mata dari Rektor UM Sumatra Barat kepada Wakil Ketua MPR RI. Kegiatan penuh keakraban itu, juga dihadiri Wakil Ketua komisi 3 DPR RI, Pangeran Khairul Saleh, Bupati Agam, Andri Warman, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Indra DT. Rajo Lelo, Anggota DPRD Bukittinggi, Rahmi Brisma dan Hj. Noni, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Agam, Syaflin, serta sejumlah pengurus dan kader PAN se Sumatra Barat.
(Ophik)