Dunia memang sengaja Allah Ta’ala ciptakan sebagai tempat ujian, tidak satu sisipun dibelahan dunia yang dihuni manusia tanpa adanya ujian. Baik yang tidak beriman maupun yang beriman semua mendapat bagian yang sama didalam menerima ujian. Orang beriman semakin bertambah keimanannya semakin berat pula ujian yang diterimanya.
Semua bentuk ujian dari semua sisi, baik berupa kekayaan harta maupun kekurangan harta, karena dengan itu Allah Ta’ala ingin menseleksi siapa diantara hambanya yang terbaik amalnya. Allah Ta’ala, berfirman:
الَّذِى خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
“yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun,” (QS. Al-Mulk 67: Ayat 2)
Namun dibalik ujian berupa banyak kesulitan dan penderitaan ada kemudahan yang mengiringinya. Allah Ta’ala berfirman,
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,” (QS. Al-Insyirah 94: Ayat 5)
Oleh karena itu, seorang mukmin tidak boleh berputus asa ketika ditimpa kesulitan. Karena kemudahan pasti akan datang setelahnya, dengan jumlah yang lebih banyak daripada kesulitan yang dialaminya.
(sumber: suaraislam.id)