Kaba Terkini

Waspada di Pantai Pasie Tiku Ubur-Ubur Beracun Mengintai

Tiku, kaba12.com — Para pengunjung di pantai Pasie Tiku, nagari Tiku Selatang, kecamatan Tanjung Mutiara dihimbau waspada menyusul mulai banyaknya bahaya yang mengincar. Kawasan pantai yang mulai tak terurus itu, diinformasikan sudah banyak mengincar korban.

Informasi yang diperoleh kaba12.com, korban bisa ubur-ubur dan jenis binatang laut beracun lainnya, beberapa waktu belakangan sudah cukup banyak. Termasuk Sabtu,(5/10) sore kemarin, dan korban harus dilarikan ke UGD Puskesmas Tiku, sebelumnya, rombongan anak-anak sekolah termasuk anak warga setempat yang diserang.

Pantauan kaba12.com, Sabtu,(5/10) di lokasi kejadian, akibat tidak adanya pemantau dan pengelola pantai Pasie Tiku, pengunjung yang diserang ubur-ubur saat bermain di tepi pantai tersebut, hanya dibantu pedagang dan warga sekitar yang mengaku sudah cukup sering menangani kasus serangan ubur-ubur tersebut, namun tetap harus ditangani pihak rumah sakit, karena warga hanya bisa memberi pertolongan pertama.

Seperti disebutkan Warni,(42), warga setempat, kasus serangan ubur-ubur dan jenis binatang lain beracun lainnya di kawasan pantai Pasie Tiku itu sudah cukup sering terjadi, masyarakat hanya bisa membantu pertolongan pertama, jika kasusnya tidak berat, racun yang menjalar bisa langsung hilang, namun jika berat, masyarakat terpaksa harus melarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Seperti halnya korban Wangi,(18), pengunjung asal Jambi yang Sabtu sore kemarin harus dilarikan ke UGD Puskesmas Tiku untuk mendapatkan perawatan medis, terutama untuk meredam bisa ubur-ubur yang menjalar di tubuh, “ kasusnya cukup banyak dan kami langsung tangani, “ungkap beberapa petugas puskesmas Tiku.

Kondisi itu dibenarkan Weri Ikhwan, Kasi.PMN Tanjung Mutiara yang mendapat laporan adanya kasus ubur-ubur yang banyak memakan korban di kawasan pantai Tiku tersebut. Bahkan, tidak hanya dikawasan pantai Tiku, ubur-ubur api berwarna biru.

Untuk mengantipasi kembali jatuhnya korban, ulas Weri Ikhwan, pihaknya akan membuat himbauan dan larangan untuk mandi-mandi di sepanjang garis pantai Tanjung Mutiara, karena kondisi serupa juga terjadi di wilayah pantai Padang Pariaman, dimana BPBD Padang Pariaman dan kota Pariaman sudah mengeluarkan himbauan pada pengunjung untuk tidak mandi-mandi di pantai dan menghindari garis pantai.

Disebutkan, sesuai laporan dari warga di pantai Tiku, tambah Weri Ikhwan, wisatawan yang tersengat ubur-ubur mengakibatkan kulit ruam, bengkak bahkan ada yang sampai demam, “ kita himbau warga untuk tidak mandi-mandi di pantai, karena meskipun sudah mati, ubur-ubur masih bisa mengeluarkans sengajatan mematikannya,” ulas Weri Ikhwan.

HARMEN

To Top