Palembayan,kaba12 — Kalangan Wartawan yang berposko di depan kantor Satlantas Polres Pasaman Barat, galang donasi sebagai wujud kepedulian terhadap korban terdampak bencana di Kabupaten Agam, khususnya di Nagari Salareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan.
Kamis, (4/12), rombongan para Wartawan dari berbagai media itu, mengantarkan bantuan sembako untuk para korban terdampak bencana ke Posko Penanganan Dampak Bencana Banjir Bandang di Salareh Aia Utara, Palembayan, yang digalang dari berbagai pihaknya, terutama mitra kerja Wartawan Pasaman Barat, bersama Paguyuban IKATI ( Ikatan Keluarga Agam-Bukittinggi) Pasaman Barat.
“Bantuan Sembako adalah bagian kepedulian atau rasa solidaritas kemanusian terhadap sesama. Palembayan adalah daerah yang paling banyak makan korban jiwa dari bencana yang ada di Sumbar,” kata wartawan senior Yulison yang juga Ketua Plt PWI Pasaman Barat ini, didampingi M. Junir Sikumbang yang turut mengantarkan donasi.

Disebutkan, bantuan sembako yang diserahkan tersebut bisa bermanfaat bagi warga terdampak bencana, dan pihaknya turut menyampaikan duka cita mendalam atas banyaknya korban korban akibat bencana yang melanda wilayah itu, Kamis, (27/11) lalu, dan mendoakan,semoga upaya pencarian korban hilang, segera bisa ditemukan oleh tim SAR Gabungan.
“Ini adalah implementasi pepatah minang, putiah kapeh bisa diliek, putih hati ba keadaan. Artinya, sebagai bentuk rasa duka cita sesama atas musibah yang menimpa. Kami berharap,warga yang terdampak musibah selalu tabah, karena mereka tidak sendiri, kita semua ada. Dengan cara kita masing-masing,akan membantu korban terdampak bencana yang terjadi, “ulas Yulison.
Plt.Ketua PWI Pasaman Barat itu, mengaku sangat berduka atas musibah yang terjadi, apalagi saat menyaksikan kondisi di lokasi terdampak, yang hancur diterjang banjir bandang, banyak rumah yang rusak, bangunan hancur, sawah dan kebun warga tertimbun, bahkan banyak menimbulkan korban jiwa, yang hingga Kamis, (4/12) ini sudah mencapai 171 orang ditemukan meninggal.

Pihaknya bersama kalangan Wartawan di Pasaman Barat, menyatakan duka mendalam atas musibah yang terjadi, dan berharap pemerintah dan unsur terkait dalam penanganan dampak bencana diberi kekuatan dan kemudahan, sehingga bisa bekerja maksimal, sehingga 85 orang yang masih dinyatakan hilang bisa segera ditemukan termasuk proses penanganan darurat dan pemulihan dampak bencana yang terjadi, “ ini betul-betul ujian berat. Semoga bisa segera teratasi dengan optimal, “ulas Yulison yang putra asal Simpang Tigo, Lubukbasung itu.
(HARMEN)