Kaba Terkini

Warga Temukan Al Quran dengan Surat Al Maidah 51 Berbeda

Ampek Angkek, KABA12.com — Polres Bukittinggi melalui Polsek Ampek Angkek, menerima laporan dari seorang warga di nagari Ampang Gadang kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam, Kamis (05/10).

Laporan tersebut terkait dengan adanya perbedaan isi Al Quran, khususnya pada surat  Al Maidah ayat 51.

Al Quran ini pertama sekali ditemukan oleh H. Arnel (59) warga Bonjol Alam Nagari Ampang Gadang.

Saat selesai melaksanakan Sholat Subuh kemudian Arnel membaca Ayat Alquran pada pukul 05.45 WIB dan menemukan arti terjemahan yang berbeda dengan Al Quran biasanya. Mendapati itu, yang bersangkutan memberitahukan hal ini kepada pengurus Mesjid dan Bhabinkamtibmas Ampang Gadang.

Kapolres Bukittinggi, AKBP Arly Jembar Jumhana SIK MH melalui Kapolsek Ampek Angkek, AKP. Hendra Restu Adi menjelaskan, Polsek Ampek Angkek menerima laporan dari warga pada sekitar pukul 09.00 WIB di Mesjid Jami’ Jorong Bonjo Alam, Ampang Gadang, bahwa telah ditemukan Al Quran yang diterbitkan oleh Penerbit SABIQ perumahan Jatijajar Blok C5 No.31 Jl.Raya Bogor Km.35,5 Tapos-Depok. Al Quran tersebut secara kasat mata, memang berbeda, khususnya pada terjemahan surat Al Maidah ayat 51.

Setelah mendapat laporan itu, Kapolsek Ampek Angkek bersama Wali Jorong langsung menuju Mesjid Jami’ Bonjol Alam dan berkoordinasi dengan pihak Mesjid. Pengurus mengaku, bahwa Al Quran itu didapat dari seseorang mengaku dari Jakarta dan mewaqafkan dua dus yang berisikan 20 unit Al Quran itu, satu minggu jelang Ramadhan 1438 H lalu.

“Untuk itu, pihak kami langsung melaporkan kejadian ini kepada Polres Bukittinggi. Satu Al Quran yang berbeda itu, diamankan sementara, untuk kemudian dikoordinasikan kepada pihak Kemenag dan MUI Agam. Sementara untuk 19 lainnya kami mintakan kepada pengurus Mesjid untuk disimpan terlebih dahulu,” jelasnya saat dihubungi KABA12.com.

Dijelaskan, dalam Al Quran yang dibaca warga itu, tertulis ‘Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia(mu), mereka satu sama lain saling melindungi. Barang siapa di antara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.’

Sedangkan dalam Al Quran pada umumnya, tertulis pemimpin bukan *teman setia*seperti tercantum dalam Al Quran yang dibaca warga di Mesjid Jami’ itu.

(Ophik)

To Top