Lubukbasung,kaba12 — Warga Lubukbasung beberapa hari terakhir diresahkan dengan adanya aksi “maling bugil” yang bergentayangan di malam hari, yang kerap mendatangi rumah warga dalam kondisi telanjang bulat (bugil).
Informasi yang diperoleh kaba12, aksi maling berjenis kelamin laki-laki bertelanjang bulat, membuat resah warga di beberapa lokasi, terutama di kawasan Sport Center Bukik Bunian, Pulai, Cumateh,Tengkong-Tengkong, Padang Ambacang, Talago dan beberapa lokasi lain.
Warga yang resah, terutama para pemuda berupaya mengintai dan menangkap pelaku, justru kerap kecolongan, karena setiap aksinya diketahui, pelaku berhasil lolos dari kejaran masyarakat.
Saat ini, warga di beberapa lokasi tengah intensif melakukan pengawasan termasuk ronda malam bersinergi dengan berbagai kelompok pemuda untuk mengamankan warga dari aksi “maling bugil “ bugil yang meresahkan tersebut.
Seperti informasi dari beberapa pemuda Cumateh kepada kaba12, aksi pria yang diduga maling bertelanjang bulat itu, menjalankan aksinya di wilayah itu, Rabu, (28/2) dini hari, yang diketahui warga, sehingga sempat terjadi kejar-kejaran, “ larinya sangat cepat, kami sampai kehilangan jejak, “sebut beberapa pemuda kepada kaba12.
Menanggapi kondisi itu, menurut Jemi Edward, Bhabinkamtibmas Nagari Lubukbasung waktu ditanyai kaba12, mengaku sudah mendapat laporan dari masyarakat terkait dengan aksi tersebut.
Disebutkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan beberapa tokoh masyarakat untuk bersama melakukan antisipasi, termasuk dengan mengaktifkan ronda malam bersama di seluruh wilayah, “ apapun bentuknya,warga harus waspada, aktifkan ronda malam, “himbaunya.
Disisi lain, Bhabinkamtimbas Lubukbasung meminta masyarakat untuk proaktif dengan menginformasikan pada pihak kepolisian jika terjadi hal-hal yang berpotensi merugikan, terjadi dugaan adanya aksi pencurian untuk mengantisipasi hal-hal yang merugikan masyarakat, “ segera informasikan pada pihak kepolisian, jika menemukan adanya hal-hal yang mencurigakan, “ ulas Jemi Edward lagi.-
Sementara aksi maling bugil, sama halnya dengan isu “kolor ijo” di pulau Jawa itu, saat ini membuat warga dan para pemuda bersiaga di berbagai kampung, untuk mengantipasi hal-hal yang berpotensi merugikan masyarakat di wilayah masing-masing.
(HARMEN)