Maninjau, kaba12.com — Camat Tanjung Raya Handria Asmi memberi apresiasi khusus kepada masyarakat Jorong Kukuban, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, atas tingginya antusiasme melaksanakan gotong royong renovasi Surau Tuo di Panji Kubu Gadang, Minggu (28/3).
Menurut Camat, antusiasme masyarakat yang berperan aktif dalam bergotong royong patut diberi apresiasi.
Apalagi seluruh biaya yang dikeluarkan untuk renovasi surau tuo ini murni menggunakan dana swadaya masyarakat dan para perantau.
Selain itu, keterlibatan Walinagari bersama jajarannya dalam mendukung program ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, agar segala potensi yang ada bisa dimanfaatkan secara maksimal.
“Antusiasme masyarakat hari ini luar biasa sekali. Dimana kita melihat seluruh kalangan masyarakat baik muda maupun tua turut ikut andil dalam kegiatan sosial ini. Termasuk banyaknya keceriaan yang timbul, sehingga hal ini dinilai dapat mempererat hubungan silaturahmi yang harus dipertahankan,” kata Handria Asmi kepada kaba12.com.
Ia menambahkan, ketika surau ini difungsikan kembali sebagai tempat ibadah, tentunya beberapa program pemerintah daerah akan terlaksana dengan baik. Apalagi peran serta masyarakat untuk bermukim kembali di Panji Kubu Gadang, dipastikan akan memberikan manfaat baik bagi mereka dengan cara menggarap lahan tidur yang tersedia.

“Mudah-mudahan dengan renovasi surau tuo ini serta didukung dengan sarana prasarana lainnya diharapkan dapat memotivasi masyarakat yang pernah tinggal disini untuk bermukim kembali. Sehingga segala potensi yang tersedia nantinya bisa dimanfaatkan dan dikembangkan secara maksimal,” ujarnya.
Disisi lain, ia mengharapkan apa yang telah dibuat untuk memaksimalkan sektor keagamaan, ekonomi, dan lainnya dapat dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Karena hal ini mesti dilakukan demi mewujudkan segala program-program yang ada di Nagari.
Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat setempat, Edi Yuzuwardi mengatakan, gotong royong ini dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut atas permintaan masyarakat sekitar yang menginginkan Surau Tuo dapat difungsikan kembali.
Dimana sebelumnya surau ini telah ditinggal penduduk sejak puluhan tahun yang lalu.
Ia menyebut, Surau Tuo Panji Kubu akan difungsikan sebagai tempat ibadah sehari-hari, termasuk melaksanakan sholat tarawih saat bulan Ramadhan nanti, serta sholat Idul Fitri.

“Kampung Panji Kubu Gadang ini dulunya sempat ditinggal penduduk pada tahun 80an. Namun saat ini, masyarakat yang dulunya pernah meninggalkan kampung, kini mulai bermigrasi kembali lantaran ingin memanfaatkan segala potensi yang ada di Panji seperti berkebun dan bertani,” ujarnya.
Dia menambahkan, bangunan surau yang berdinding papan dan berukuran 10 × 10 meter ini konon telah berusia lebih 100 tahun. Bahkan surau ini menjadi salah satu surau tertua di Nagari Maninjau. Disamping itu, surau ini berjarak sekitar 5 kilometer dari pusat Pemerintahan Nagari Maninjau.
Atau persisnya berjarak 2 kilometer dari Pondok Pesantren Prof Dr Buya Hamka yang terletak di kawasan perbukitan.
(Bryan)