Dinas Pertanian Agam

Warga Diimbau Perhatikan Sarana Pemotongan Hewan Qurban

Lubuk Basung, KABA12.com — Kepala bidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner Dinas Pertanian Agam, Farid Muslim mengimbau masyarakat untuk wajib memperhatikan sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi dalam sarana pemotongan hewan qurban agar memenuhi prinsip kesehatan hewan dan ajaran Islam.

Mulai dari tempat penampungan hewan sementara usai pemotongan, peralatan yang digunakan, hingga cara membagikan daging qurban kepada masyarakat.

Farid Muslim menjelaskan, fasilitas pemotongan hewan memiliki tempat untuk menampung darah yang mengalir setelah hewan qurban dipotong.

Darah dari hewan qurban sebaiknya tidak dibiarkan mengalir ke sungai maupun tempat umum.

“Fasilitas penanganan daging wajib memiliki boks sebagai wadah, atau lebih bagusnya digantung. Sehingga kebersihan daging terjaga dan tidak  kotor,” ujarnya.

Panitia penyelenggara pemotongan hewan qurban diimbau untuk menyediakan pisau khusus untuk memotong hewan qurban, karena harus dipastikan peralatan tersebut dalam kondisi bersih dan suci, “kita harus antisipasi, karena tradisi warga kita masih banyak yang berburu babi, takutnya pisau yang dipergunakan untuk berburu, dipakai untuk memotong hewan qurban, jadi sebaiknya diantisipasi,” katanya.

Tidak hanya itu, masyarakat juga dianjurkan menggunakan plastik transparan untuk makanan sebagai pembungkus daging. Tidak dianjurkan menggunakan kantong plastik hitam sebagai pembungkus daging, karena dikhawatirkan bahan plastik daur ulang akan berpindah dan tercampur ke daging sehingga mengancam kesehatan.

Selain itu, Farid Muslim menyarankan agar penempatan daging dan jeroan tidak dalam satu wadah, karena jeroan mengandung kuman lebih banyak dan seringkali tidak melalui pembersihan maksimal.

“Hal ini harus sangat diperhatikan karena sering diabaikan,” jelasnya.

(Jaswit)

To Top