Kaba Terkini

Walinagari Kapau Klarifikasi ” Terapkan SOP Siaga Covid19 Sesuai Instruksi Bupati Agam “

Kapau, kaba12.com — Walinagari Kapau, kecamatan Tilatang Kamang Zulkarnaini, berikan klarifikasi menyusul mencuatnya keresahan masyarakat di wilayahnya menyusul adanya statemen di media sosial.

Dalam siaran Pers yang diterima kaba12.com, Wali Nagari Kapau Zulkarnaini membantah pihaknya tidak melakukan pemantauan dan tidak bertindak dalam mencegah virus corona.

Dijelaskan, hal itu terutama sekaitan dengan mobilitas warga yang keluar-masuk di wilayah teritorial pemerintahannya.

“Menyikapi isu yang beredar di media sosial serta perbincangan ditengah masyarakat Kapau yang pulang dari Malaysia belum terpantau dan tidak ditindak. Itu tidak benar,” tegas Zulkarnaini.

Menurutnya, isu yang beredar di medsos, adanya statement telah menyebabkan kegaduhan di tengah masyarakat Agam, terutama di Kapau.

“Para perantau Kapau di luar daerah cukup gusar dan banyak mengkonfirmasi kepada saya lewat telepon. Para pedagang kuliner Nasi Kapau juga kena imbas. Masyarakat menjadi cemas dan saling menyalahkan,” katanya.

Menyikapi hal itu, seluruh Wali Nagari di Kecamatan Tilatang Kamang telah melakukan rapat terbatas, bahkan seluruh data pun telah dipaparkan termasuk hasil monitoring warga juga dibeberkan.

“Kami sudah bekerja sesuai instruksi Bupati Agam untuk memantau mobilisasi warga. Setiap warga yang pergi ke daerah terkena wabah, sudah melapor. Begitu juga mereka yang pulang kembali ke Kapau sudah dimonitoring oleh petugas puskesmas. Kami sudah minta mereka untuk karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari ke depan,” katanya.

Zulkarnaini menambahkan, sebanyak 22 warganya memang baru kembali dari Malaysia untuk kunjungan keluarga. Selain itu, ada juga warga yang bepergian ke Provinsi Riau dan sekitarnya.

“Kami sudah punya data mereka sesuai nama dan alamat lengkapnya, dan hal semua dalam pemantauan sesuai SOP yang ada, ” katanya.

Secara terpisah, Ketua Tim Penanggulangan Covid-19 Puskesmas Kapau, Reffma Dewi menyebutkan, pihaknya sudah melakukan pemantauan sesuai prosedur yang digariskan Kementerian Kesehatan.

“Jika sesorang datang dari zona merah, namun mereka tidak memiliki gejala, maka dilakukan self monitoring. Ini yang masuk kelompok notifikasi. Setiap hari ada pemantauan. Sampai hari ini kami belum memiliki warga berstatus ODP,” katanya.

Dewi mengaku, pihaknya sudah merangkum data 68 orang yang berstatus notifikasi. Data tersebut lengkap dengan riwayat perjalanan, by name by address dan terpampang di dinding posko penanggulangan covid-19 puskesmas Kapau.

“Protapnya self monitoring. Karena tidak ada jaminan orang tanpa gejala tidak tertular virus, maka kami tingkatkan dengan karantina selama 14 hari. Kami minta mereka agar di rumah saja dengan terus dipantau oleh perangkat nagari,” ulasnya.

Puskesmas Kapau juga memberlakukan pencegahan dengan penggunaan alat pelindung diri (APD). Setiap pengunjung puskesmas wajib melalui pemeriksaan suhu tubuh dan wawancara mengenai riwayat perjalanan serta interaksi sosial.

“Tidak benar kami tidak bekerja. Kami bentengi diri dengan APD. Setelah dipakai, kami semprot dengan disinfektan dan dijemur selama empat hari. Pola duduk di ruangan puskesmas juga diatur jaraknya. Data-data terkait penanggulangan covid-19 kami kirimkan setiap hari secara berjenjang,” katanya.

HARMEN

To Top