Kaba Pemko Bukittinggi

Walikota Perintahkan Tutup Kios Daging Impor

Bukittinggi, KABA12.com — Masalah penyebaran daging impor di Bukittinggi yang berbuntut pembongkaran pihak persatuan saudagar daging (persada) Bukittinggi, Kamis (18/01) mendapat respon dari pemerintah kota Bukittinggi.

Kepala Dinas Pertanian Bukittinggi, Melwizardi mengemukakan bahwa untuk kualitas daging impor yang dijual itu memang masih layak konsumsi. Hal ini pernah dibuktikan dengan pemeriksaan dan uji sample atau uji labor di balai Veteriner.

“Namun pemko tidak pernah memberikan rekomendasi atau izin apapun terkait kegiatan perdagangan dagaing impor di Bukittinggi. Stok daging lokal di Bukittinggi pun masih mencukupi untuk warga Bukittinggi. Bukittinggi surplus daging lokal dan belum membutuhkan daging impor,” jelasnya.

Sementara, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias saat dikonfirmasi mengaku telah menyurati provinsi terkait masalah daging impor masuk ke Sumbar khususnya Bukittinggi. Pemko pun tidak pernah mengeluarkan izin dan terkait kasua pembongkaran paksa itu, Walikota telah memerintahkan SOPD terkait untuk menutup aktivitas perdagangan daging impor tersebut.

“Pedagang itu bukan importirnya dan tidak miliki izin. Untuk itu saya sudah instruksikan untuk menutup kios itu dan tidak mengizinkan jual beli daging impor di Bukittinggi,” tegasnya.

Ramlan pun mengakui adanya daging impor di Bukittinggi memicu persaingan antar pedagang. Namun persaingan tidak sehat yang memicu kekisruhan. Apalagi saat ini di kota wisata, stok daging lokal masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Harga daging normalnya Rp 130 ribu satu kilonya. Sedangkan daging impor Rp Rp 70 ribu, tidak ada izin pula. Makanya harus ditertibkan, agar tidak meresahkan masyarakat,” tegasnya.

(Ophik)

To Top