Kaba Bukittinggi

Walikota Launching Bantuan Non Tunai Keluarga Harapan

Bukittinggi, KABA12.com — Guna meningkatkan kualitas menuju keluarga mandiri dan meningkatkan taraf pendidikan serta meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan, kesehatan khususnya bagi anak keluarga penerima manfaat, pemerintah melalui Program  Keluarga Harapan (PKH) memberikan bantuan kepada keluarga miskin yang terdata dalam Basis Data Terpadu berupa Bantuan Non Tunai. Program tersebut, secara resmi dilaunching Walikota Bukittinggi di pelataran taman Jam Gadang Bukittinggi, Selasa (22/08).

Kepala Dinas Sosial, Ellia Makmur menyampaikan bantuan tunai menjadi bantuan non tunai, merupakan terobosan baru oleh pemerintah. Untuk kota Bukittinggi dipercayakan Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai bank penyalur bantuan tersebut. Alokasi untuk PKH keluarga penerima manfaat di kota Bukittinggi sebanyak 935 KK dengan demikian masih ada sekitar 3.996 KK yang harus mendapat pelayanan Program Penanggulangan Kemiskinan.

“Jumlah bantuan yang diterima sebanyak Rp 1.890.000 per KK per tahun dan khusus bagi penyandang disabilitas berat, diberikan bantuan Rp 2.000.000 per KK per tahun. Untuk jumlah bantuan yang diterima tahun 2017 sebanyak Rp 1.772.540.000,-,” ujar Ellia Makmur.

Ditambahkan Ellia, disamping bantuan untuk PKH, juga diterima bantuan beras rastra untuk 2.908 KK, KUBE fakir miskin regular sebanyak 40 kelompok, e-warong sebanyak 3 kelompok, KUBE pengembangan sebanyak 4 kelompok, Tabungan Beasiswa untuk Anak Panti Asuhan (TASA) untuk 3 lembaga sehingga total bantuan yang diterima sebanyak Rp.12.506.338.000,- .

Pada kesempatan itu, Walikota Ramlan Nurmatias menjelaskan masalah kemiskinan menjadi prioritas. Dalam penanganannya Ramlan mengajak seluruh pihak untuk memikirkan bagaimana merubah posisi masyarakat miskin agar keluar dari posisi tersebut.

“Masalah kemiskinan adalah prioritas yang harus kita fikirkan bersama, saat ini di Bukittinggi sesuai dengan Basis Data Terpadu terdapat 4.931 KK yang berada di bawah garis kemiskinan. Jadi perlu kita fikirkan bersama bagaimana menekan angka ini melalui program dan kegiatan agar mereka tidak lagi berada pada posisi di bawah garis kemiskinan,” ajaknya.

Saat ini pemerintah juga tetap memperhatikan warga pra sejahtera. Salah satunya dengan penyaluran bantuan dari BAZ yang telah menyalurkan bantuan sekitar Rp 4 milyar. Untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan mengangkat taraf hidup masyarakat dari garis kemiskinan, walikota berpesan agar  merobah pola yang dilakukan.

“Kami sarankan yang kita bantu saat ini ekonominya, kalau biasanya yang dibantu pembangunan rumahnya tetapi ekonominya tidak berubah juga tidak sejahtera dan mereka akan tetap berada diposisi kemiskinan, tetapi apabila ekonominya yang dibantu dia akan bergerak dari garis kemiskinan tersebut. Kami ingin angka kemiskinan ini berkurang setiap tahunnya,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyerahkan secara simbolis kepada penerima bantuan dan diakhiri dengan demo cara mengakses dan menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang dipandu oleh pegawai BRI.

(Ophik)

To Top