Kaba Pemko Bukittinggi

Walikota Geram Kelengkapan Sejumlah Angkot Tidak Maksimal

Bukittinggi, KABA12.com — Kecelakaan yang terjadi di beberapa daerah saat masuknya musim lebaran ini, menjadi pembelajaran bagi setiap daerah, termasuk kota Bukittinggi. Walikota saat memantau Pos Pam lebaran, menyempatkan diri untuk memeriksa sejumlah angkutan umum di terminal Simpang Aur, Sabtu (01/06).

Dalam pemeriksaan itu, Walikota berang, menemukan banyaknya kendaraan umum antar kota yang kelengkapannya tidak maksimal. Diantaranya, KIR tidak hidup, tidak memiliki STNK dan sopir tidak punya SIM B Umum.

“Hal ini sangat mencemaskan, kenapa pihak pengelola terminal bisa membiarkan mobil yang tidak lengkap surat-suratnya dibiarkan jalan. KIR tidak hidup, tidak ada yang memastikan kendaraan dalam kondisi bagus atau tidak. Kalau terjadi kecelakaan siapa yang akan bertanggungjawab,” ungkap Ramlan.

Walikota pun semakin geram, melihat adanya para sopir diberikan stiker angkutan lebaran dan membayar Rp 15.000 per stikernya. “Ini tidak benar. Mana ada stiker dari pemerintah disuruh bayar oleh para sopir. Ini akan kami laporkan dari pemerintah, kami akan surati Kementrian karena pengelolaan terminal ini bukan pemko Bukittinggi, tapi dari pusat melalui balai pengelolaan transportasi darat wilayah Sumbar,” tegas Wako.

Ketegasan Walikota Bukittinggi, memang ditujukan untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi para penumpang. Karena memang Bukittinggi sebagai salah satu kota tujuan, tentu banyak juga warga yang menggunakan fasilitas angkutan umum.

(Ophik)

To Top