Kaba Pemko Bukittinggi

Walikota Bukittinggi Raih Penghargaan Pastika Parama

Yogyakarta, KABA12.com — Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menerima penghargaan “Pastika Parama” dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof.Dr.dr.Nila Farid Moeloek,Sp.M(K) pada pertemuan aliansi Bupati – Walikota se-Indonesia dalam rangka percepatan Pencegahan Penyakit Tidak Menular di The Alana Hotel, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (12/07) kemarin.

Menteri kesehatan, Nila F. Moeloek menjelaskan, penghargaan Pastika Parama merupakan penghargaan tertinggi diberikan kepada kepala daerah yang telah menetapkan dan mengimplementasikan peraturan daerah serta kebijakan lain terkait pengendalian konsumsi hasil tembakau.

Jika hanya sampai pada peraturan daerah dan belum mengimplementasikan diberikan penghargaan Pastika Parahita.

 Dan apabila hanya dalam bentuk peraturan kepala daerah diberikan penghargaan Pastika Paramesti.

Pemberian penghargaan oleh Menkes merupakan bentuk apresiasi kepada Bupati- Walikota bersama jajarannya pemerintah kabupaten / kota dengan komitmen kuat dalam pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular dan faktor resikonya.

“Saat ini dari 515 kabupaten – kota di Indonesia telah ada 258 kabupaten- kota yang menetapkan kebijakan tentang KTR , 152 kabupaten / kota yang telah menetapkan peraturan daerah dan 65 diantaranya telah mengimplementasikan, serta 106 kabupaten/kota baru memiliki peraturan bupati / walikota,” ungkap menkes.

Pada kesempatan tersebut menkes juga mengajak Bupati / Walikota sebagai pimpinan daerah untuk berjuang bersama guna menyehatkan masyarakat dengan mengimplementasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) untuk penurunan angka kematian dan kesakitan.

“Penyakit tidak menular (PTM) seperti penyait jantung, stroke dan gagal ginjal semakin sering ditemukan pada masyarakat Indonesia, bahkan PTM banyak terjadi pada usia muda dan produktif. Oleh karena itu penyakit ini merupakan salah satu tantangan besar dalam pembangunan kesehatan sekarang dan dimasa mendatang,” jelasnya.

Selanjutya menkes mengatakan, sekitar 80% PTM diakibatkan oleh gaya hidup tidak sehat, seperti, pola makan dengan menu tidak seimbang  serta diperberat dengan aktifitas fisik yang kurang. Sisanya disebabkan oleh faktor lingkungan dan keturunan.

Sementara itu, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengungkapkan  Bukittinggi telah sejalan dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau Germas yang tertuang dalam Instruksi Presiden Republik Indonesia No.1 Tahun 2017. Salah satunya dengan telah menetapkan aturan kebijakan KTR dan mengimplementasikan

“Untuk merubah perilaku perokok memang diakui tidaklah mudah tetapi berupayalah untuk mengurangi dan yang lebih penting bagaimana kita harus mengimbangi dengan perilaku hidup sehat seperti melakukan aktvitas fisik, mengkonsumsi sayur dan buah, melakukan cek kesehatan secara rutin dan membersihkan lingkungan,” ungkapnya.

Ditambahkan walikota, kesehatan sangatlah fundamental, perlu mengutamakan gerakan hidup sehat dan melakukan pencegahan penyakit serta meningkatkan gizi keluarga.

(Ophik)

To Top