Agam

Wakil Bupati Jelaskan Rancangan KUPA-PPAS Perubahan APBD 2019 Dihadapan DPRD Agam

Lubukbasung, KABA12.com — DPRD Agam menggelar rapat paripurna penjelasan Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Agam tahun anggaran 2019, Jumat (05/07) di ruang sidang utama kantor DPRD Agam.

Dalam sidang paripurna yang dipimpin Marga Indra Putra Ketua didampingi para Wakil Ketua DPRD Agam tersebut, nota penjelasan Rancangan KUPA-PPAS Perubahan APBD 2019 disampaikan Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria. Rapat turut dihadiri anggota dewan dari seluruh komisi, perwakilan Forkopimda Agam, Sekretaris Daerah beserta masing-masing Kepala OPD Kabupaten Agam.

lihat juga: APBD-P 2019, Pemkab Agam Proyeksikan Belanja Daerah Rp. 1,579 Triliun

Wabup menjelaskan, Rancangan KUPA-PPAS Perubahan APBD 2019 ini disusun memperhatikan isu-isu strategis terbaru dan perubahan kondisi serta hasil evaluasi pelaksanaan APBD semester pertama, yang mengakibatkan berubahnya asumsi-asumsi pada Kebijakan Umum Anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya.

Adapun isu ataupun perubahan itu diantaranya seperti, perubahan asumsi ekonomi makro yang telah disepakati terhadap kemampuan diskal daerah, penyesuaian pendapatan daerah, penyesuaian belanja daerah berdasarkan hasil evaluasi semester pertama pelaksanaan anggaran.

Kemudian kebijakan pemerintah provinsi yang menyebabkan adanya program dan kegiatan yang harus ditampung dalam perubahan APBD, seperti dana bagi hasil pajak dan alokasi bantuan keuangan khusus tahun 2018.

“Serta efesiensi pada perubahan kegiatan dengan menunda kegiatan yang tidak mungkin selesai dilaksanakan sampai akhir tahun 2019, dan juga beberapa keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun sebelumnya yang harus digunakan dalam tahun anggaran berjalan,” jelas Trinda.

Secara garis besar dijelaskan Wabup, rencana pendapatan daerah dalam KUPA-PPAS Perubahan APBD 2019 sebesar Rp. 1,516 triliun. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar RP. 2,5 milyar atau 0,17% dari target semula Rp. 1,514 triliun.

Kemudian, belanja daerah direncanakan sebesar Rp. 1,579 Triliun. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar Rp. 30,7 milyar atau sekitar 1,99% dari APBD awal yang ditetapkan sebesar Rp. 1,548 triliun.

Lalu, pembiayaan daerah sesuai dengan hasil audit BPK RI diterima sebesar Rp. 61,9 milyar. Jumlah ini meningkat sebesar Rp. 27 milyar atau sebesar 78,25% dari APBD awal yang hanya Rp. 34,7 milyar.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Agam, Marga Indra Putra menjelaskan, KUPA-PPAS Perubahan APBD tahun 2019 ini merupakan amanat Undang-Undang yang harus dijalankan oleh pemerintah daerah dalam penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah, dan selanjutnya harus disampaikan ke DPRD.

“Penyusunan KUPA-PPAS Perubahan APBD 2019, menjadi salah satu instrumen untuk mensinkronkan antara RPJMD dan Rancangan Pembangunan Tahunan yang dituangkan dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD). Ini penting sebagai landasan untuk menjalankan pembangunan di semester kedua nantinya. Kami di DPRD akan kebut pembahasan, agar dapat segera disahkan, mengingat waktu yang semakin sempit dalam menjalankan tahun anggaran 2098 ini,” jelasnya.

(Jaswit)

To Top