Kaba Pemko Bukittinggi

UMKM Harus Manfaatkan Perkembangan Teknologi di Tengah Pandemi

Bukittinggi, KABA12.com — Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah bersama masyarakat untuk menumbuhkembangkan kembali perekonomian, setelah mengalami penurunan saat pandemi covid-19. Salah satunya UMKM yang menggiatkan usahanya melalui perkembangan teknologi digital.

Saat ini banyak aplikasi digital yang memudahkan para pelaku UMKM untuk bertransaksi. Bahkan dengan adanya media sosial pun, para UMKM di Bukittinggi terus mencoba bangkit dengan mempromosikan hasil usahanya melalui medsos dan aplikasi digital lainnnya.
Amelia Rahayu, salah seorang pelaku UMKM di bidang makanan, mengaku saat covid-19 menyerang Bukittinggi, memang usahanya menurun drastis bahkan mati suri.

“Dulu beberapa usaha makanan kami langsung jual di depan rumah. Target para pejalan kaki dan anak-anak sekolah. Ketika covid-19 masuk ke Bukittinggi, sekolah diliburkan dan pejalan kaki sepi. Tentu ini sangat berpengaruh dengan usaha kami,” ungkapnya.

Namun, dengan adanya media sosial, bersama rekan-rekannya, ia mulai bangkit dan mencoba promosikan usahanya melalui komunikasi digital. Sehingga secara perlahan, rutinitasnya dalam usaha makanan kembali meningkat.

“Alhamdulillah, dengan sharing bersama teman -teman, akhirnya usaha makanan kami lanjutkan dengan sistem online. Kita buka sistem pre-order, baru kita produksi. Beberapa makanan yang memang tahan lama, kita stok tidak banyak dan masuk freezer. InsyaAllah aman. Ya kita mulai lagi lah, perlahan, yang penting usaha, semangat dan jangan lumpuh gara-gara covid-19,” ujarnya.

Ibu dua anak ini, juga mengaku, usaha yang dirintisnya secara sederhana itu, tentu akan berdampak dengan pelaku usaha lain.

“Kita saling menguntungkan dengan ojek online atau kurir online. Jadi tidak perlu keluar rumah untuk antar atau jemput, bisa melalui jasa kurir atau ojek online yang menyediakan layanan itu. Pembeli pun bisa stay at home dan mengurangi aktifitas di luar rumah,” pungkasnya.

Namun demikian, tidak dipungkiri, beberapa pelaku UMKM masih asing dengan perkembangan teknologi. Padahal untuk bertahan di tengah pandemi ini, UMKM harus mau masuk ke dunia digital.

“Jadi walaupun kita ngomong digital, tetap harus ada pendampingannya. Pendampingan itu macam-macam bentuknya, bisa melalui training, coaching, gathering, konsultasi. Intinya mereka (UMKM) harus mempersiapkan diri ke sana (digital),” ungkap T. M. Zakir Machmud, Kepala UMKM Center Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia dalam Dialog Produktif dengan tema ‘Naik Kelas UMKM Lewat Digitalisasi’ di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu (18/11) lalu.

Ia menilai, pengaruh peer group (lingkungan) itu besar berdasarkan studi yang pernah dilakukan. Transformasi ke era digital sesungguhnya sangat bermanfaat bagi UMKM terutama di era pandemi ini- yang sulit melakukan transaksi langsung ke konsumen maupun supplier.

Tak hanya akan membantu UMKM, perubahan teknologi niscaya menciptakan peluang baru yang berdampak pada munculnya lapangan kerja dan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Kalau lihat pengalaman -pengalaman sebelumnya, misalnya ambil contoh revolusi industri (1, 2, 3), sekarang ke empat, itu pasti akan muncul peluang -peluang baru, atau inovasi -inovasi baru yang membuat masyarakat akan better of. Saya optimis itu,” jelas Zakir.

(Ophik)

0Shares
To Top