Kaba Terkini

Ubur-Ubur Beracun, Tanjung Mutiara Larang Warga Mandi di Pantai Tiku

Tiku, kaba12.com — Menyikapi kondisi di lapangan menyusul jatuhnya korban akibat serangan ubur -ubur api berwarna biru di pantai Pasia Tiku, pemerintah kecamatan Tanjung Mutiara keluarkan edaran larangan pada wisatawan dan warga setempat mandi-mandi dan berenang di sepanjang garis pantai Tanjung Mutiara.

Edaran itu dikeluarkan setelah cukup banyaknya serangan ubur-ubur api berwarna biru di Pantai Pasia Tiku, terakhir Sabtu kemarin, korban bernama Wangi, wisatawan asal Jambi yang terserang ubur-ubur dan harus dilarikan ke IGD Puskemas Tiku untuk mendapatkan perawatan medis.

Bahkan, dalam sepekan terakhir, cukup banyak pengunjung dan wisatawan yang terserang ubur-ubur api yang berwarna biru tersebut.

Diduga, saat ini sedang musim ubur-ubur mematikan itu muncul ke permukaan dan bergerak ke tepian pantai Sumbar, karena kondisi serupa juga terjadi di wilayah Pantai Pariaman yang sudah diimbau BPBD setempat terkait larangan berenang di pantai.

Himbauan larangan berenang di pantai itu ditegaskan Weri Ikhwan, Kasi.PMN Tanjung Mutiara, setelah pihaknya melaporkan pada camat Tanjung Mutiara terkaitnya ada kasus serangan ubur-ubur beracun tersebut.

Ditegaskan Weri Ikhwan, pihaknya sudah mendapatkan informasi di lapangan dan camat sudah bersikap, untuk mengantisipasi bertambahnya korban akibat serangan ubur-ubur tersebut.

” Kita sudah sosialisasikan dan besok akan dipasang papan informasi larangan berenang di sepanjang pantai Tanjung Mutiara tersebut,” ulas Weri Ikhwan.

Dilain pihak, jajaran pemerintah melalui media sosial menginformasikan larangan berenang itu dan media konvensional, termasuk pihaknya berharap dukungan dari berbagai pihak untuk membantu mengamankan kawasan sepanjang pantai untuk mensosialisasikan himbauan tersebut.

Ditambahkan Weri Ikhwan, beberapa terakhir ubur ubur banyak ditemukan di pantai Pasia Tiku , dan sudah banyak dari wisatawan yang kena sengatan, yang mengakibatkan kulit ruam, bengkak dan adanya juga sampai demam.

Untuk pencegahan sementara dibuat pengumuman untuk melarang mandi di laut menurut informasi ubur ubur berwarna kebiruan, dan banyak ditemukan di tepian pantai, yang kini membuat resah masyarakat.
HARMEN

To Top