Kaba Terkini

Tradisi Mangaji ka Surau, Pupus Dimakan Zaman

Lubuk Basung, KABA12.com — Seiring perkembangan zaman, sistem pendidikan pun mengalami kemajuan termasuk cara mendidik anak untuk mendalami agama Islam.

 Di akhir tahun 90-an  masyarakat Minangkabau masih belajar Al Qur’an dengan mengaji di surau atau  datang ke rumah guru.

Namun kini, tradisi mengaji ka surau itu mulai hilang. Kendati demikian beberapa daerah di Sumatera Barat masih melakukan sistem pendidikan tersebut, salah satunya di Mushalla Nurul Ikhlas Paraman, Dusun Kampung parit, Jorong III Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung.

Mushalla ini masih menggunakan sistem belajar secara  “Halaqah” duduk di tikar  melingkar dan di depannya terdapat sebuah bangku yang dibuat khusus untuk meletakkan Al Qur’an.  Tidak ada kasifikasi antara siswa pemula ataupun yang sudah mahir.

Ditemui ketika mengajar, M. St. Sariali, salah seorang guru di TPA tersebut mengatakan, cara mengajar sudah diperbaruhi.  Siswa dibagi menjadi  3 kelompok, kelompok  1, Iqra 1-3, kelompok 2 Iqra 4-5, dan kelompok Al Qur’an awal. Setiap kelompok didampingi 1 senior yang bisa menjadi tempat bertanya jika menemukan kesulitan dalam membaca Al Qur’an.

“Sebelumnya kami memakai Juz Amma untuk mengajar, namun kini sudah mnggunakan Iqra” ujar M. St. Sariali.

Jika kebanyakan MDA maupun TPA memulai proses belajar mengajar saat sore, di TPA nurul ikhlas proses  tersebut dimulai setelah Magrib hingga selesai Isya berjamaah.

 “Kami masih menerapkan sistem belajar malam agar para murid dan orang tua bisa shalat berjamaah di surau,” ulasnya.

Begitu juga dengan kegiatan khatam alqur’an, tidak ada perayaan khusus atau iringan iringan pawai khatam yang meriah seperti MDA atau TPA pada umumnya, di TPA Nurul Ikhlas,  para siswa hanya diminta membawa nasi serta lauk seadanya  untuk perayaan, dimulai dengan pengujian siswa yang akan di khatam, ditutup dengan memanjatkan doa serta  makan bersama.

“Murid yang sudah di khatam kebanyakan masih mengaji di surau, dan membantu guru untuk mengajar siswa lainnya,” jelasnya.

(Johan)

To Top