Kaba Terkini

Tiga Komoditi Pertanian Pengaruhi Inflasi di Wilayah Agam

Lubukbasung, KABA12.com — Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Agam menyebutkan tiga komoditi pertanian seperti cabe, bawang dan beras mempengaruhi inflasi di daerah itu.

Hal itu dikarenakan komoditi jenis tersebut merupakan kebutuhan yang sangat diperlukan masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Isman Imran dalam rapat TPID di Lubukbasung, Senin (02/09) menyampaikan, kondisi inflasi didaerah itu saat ini cukup rendah. Namun, tetap menjadi perhatian seluruh stakeholder terkait agar setiap komoditi produksi pertanian tetap stabil dan harga juga terjangkau.

Lebih lanjut Isman mengatakan, TPID tidak lagi hanya sebagai wadah pertukaran informasi, namun perlu diarahkan untuk mempertajam implementasi berbagai program kerja yang difokuskan pada peningkatan sisi pasokan.Terutama komoditas pangan melalui perbaikan produksi, distribusi, organisasi industri, dan struktur pasar, termasuk pengaturan tata niaga.

“Oleh sebab itu, keberadaan bidang perencanaan sangat dominan disini dalam hal perencanaan kegiatan dimasing-masing dinas. Untuk itu, kita minta kepada dinas terkait untuk menyiapkan data yang valid dan juga sinkron dengan visi misi Pemerintah Daerah,” ungkapnya dihadapan Tim Pengendali Inflasi Daerah yang diikuti Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil & Menengah (Disperindagkop UKM), Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan, Bappeda, Bagian Perekonomian dan Bagian Humas.

Menurut Isman, dalam pertemuan itu ada lima kajian yang dibahas terkait dalam mengantisipasi terjadinya inflasi bagi komoditi pertanian di Kabupaten Agam. Pertama, melakukan pengkoordinasian pengkajian data kondisi terkini inflasi daerah. Kedua, dilakukan upaya peningkatan produksi pertanian yang berpotensi terhadap inflasi.

“Caranya melalui peningkatan pengaturan pertanaman, peningkatan pengadaan bibit unggul serta peningkatan luas tanam dan luas panen,” jelas Isman.

Ketiga, melakukan upaya ketersediaan komoditi berkelanjutan perlu dukungan anggaran perluasan lahan. Keempat, menjalin koordinasi permanen terhadap perkembangan harga komoditi di daerah, termasuk biaya transportasi yang bisa mempengaruhi harga komoditi pertanian.

Kelima, diperlukan perencanaan kegiatan yang lebih komprehensif sehingga bisa melahirkan kegiatan yang berpihak terhadap kepentingan masyarakat.

Tak hanya itu, Isman juga memastikan ketersediaan bahan pokok lainnya seperti bawang dan cabai sejak Januari hingga Agustus 2019 mengalami kenaikan produksi dan luas panen.

Tercatat bawang merah dari hasil panen 5577 ton pada bulan Januari menjadi 465,6 ton pada bulan Agustus dan diperkirakan hingga November mencapai 858 ton.

Sementara itu, pada komoditi cabe besar dari 9632 ton bulan Januari, menjadi 1,606 ton pada buIan Agustus dan diperkirakan pada November mencapai naik dua kali lipat, yakni sebesar 2,069 ton.

“Namun kita tetap ingatkan kepada masyarakat bahwa gaya hidup juga sangat mempengaruhi terjadinya inflasi. Untuk itu yang tidak perlu jangan dibeli,” sebut Kadistan Agam.

(Ardi)

To Top