Kaba Pemko Bukittinggi

Tiga kelurahan di Bukittinggi Dikukuhkan Jadi KSB

Bukittinggi, KABA12.com — Tiga kelurahan di kota Bukittinggi dicanangkan sebagai Kampung Siaga Bencana (KSB). Pengukuhan itu dilaksanakan setelah upacara HUT KORPRI ke 46 di halaman Balaikota, Rabu (29/11) langsung oleh Wakil Walikota didampingi Kasubdit kesiapsiagaan dan mitigasi, Kemensos RI.

Tiga Kelurahan yang dikukuhkan sebagai Kampung Siaga Bencana itu, kelurahan Kayu Kubu, kelurahan Bukit Apit Puhun dan kelurahan Pulai Anak Air. Dalam kegiatan itu, juga diserahkan bantuan secara simbolis berupa satu unit motor dan bantuan logistik kepada dua KSB yang baru saja dibentuk, kelurahan Pulai Anak Air dan kelurahan Bukit Apit Puhun.

Kasubdit kesiapsiagaan dan mitigasi, kemensos RI, Ni Masyitoh Tri Siswandewi menjelaskan, kampung siaga bencana merupakan wadah formal penanggulangan bencana berbasis masyarakat yang berada di kelurahan dan dijadikan kawasan untuk program penanggulangan bencana.

“KSB didirikan untuk memberikan perlindungan kepada warga dari ancaman bencana, dengan cara menyelenggarakan kegiatan penanggulangan bencana berbasis masyarakat, melalui pemanfaatan sumber daya alam dan manusia yang ada di lingkungan setempat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ni Masyitoh menjelaskan saat ini sudah ada 574 KSB se Indonesia. Sementara Bukittinggi berada di posisi ke 360 se Indonesia sebagai daerah rawan bencana.

Kepala Dinas Sosial Bukittinggi, Ellya Makmur mengungkapkan, saat ini Bukittinggi telah memiliki empat KSB yang berada di kelurahan Belakang Balok, kelurahan Kayu Kubu, kelurahan Bukit Apit dan kelurahan Pulai Anak Air.

“Tiga KSB yang dikukuhkan hari ini, KSB Kayu Kubu dibentuk dengan dana APBD Bukittinggi, KSB Bukit Apit Puhun dibentuk dengan dana APBD provinsi Sumbar, sedangkan KSB Pulai Anak Air dibentuk dengan dana APBN,” ungkapnya.

Sementara, Wakil Walikota Bukittinggi, Irwandi mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Kemensos dan mengapresiasi kesiapan seluruh jajaran, TNI Polri BPBD Tagana PMI dan relawan lainnya, yang membentu dengan reaksi cepat menanggulangi bencana. Sehingga jumlah korban dapat diminimalisir.

“Kondisi negara kita saat ini banyak dilanda bencana. Semua perlu kewaspadaan. Untuk itu dengan telah dibentuknya empat KSB yang ada di Bukittinggi, dapat melakukan quick respon saat terjadi bencana, karena Bukittinggi cukup rawan untuk bemcana pergeseran tanah dan gempa bumi,” jelas Wawako.

Dalam kegiatan itu, empat KSB Bukittinggi bersama BPBD, Tagana, Damkar dan PMI memperagakan quick respon bencana alam dalam simulasi gempa bumi. Simulasi tersebut, mendapat apresiasi dari Wawako dan Kementrian Sosial RI.

(Ophik)

To Top