Lubukbasung,kaba12 — Setelah lima hari dinyatakan hilang pasca tenggelam saat menyelam mencari ikan, Dodi Prinando,(40) warga Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Jumat, (12/9) pekan lalu, akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh tim SAR Gabungan, Selasa, (16/9).
Dodi Prinando ditemukan di kawasan danau Maninjau di wilayah Jorong Nagari, Nagari Sungai Batang, dengan posisi mengapung di area budidaya keramba jaring apung ( KJA), Selasa pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Proses evakuasi oleh tim gabungan yang dipimpin Kalaksa BPBD Agam Rahmat Lasmono, langsung dilakukan setelah mendapat laporan posisi mayat korban yang terapung di area budidaya KJA tersebut, “Alhamdulillah, korban sudah dtemukan.Saat ini masih dalam proses evakuasi dan mayat korban akan dibawa ke puskesmas Maninjau untuk divisum, “jelas Rahmat Lasmono, Kalaksa BPBD Agam waktu dikonfirmasi kaba12.

Dijelaskan,Dodi Prinando, warga Sungai Batang yang dinyakan hilang Jumat, (12/9) pekan lalu, setelah bersama temannya mencari ikan dengan cara menembak dengan menyelam ke dalam danau Maninjau, Kamis, (11/9) malam sekitar pukul 22.00 WIB.
Korban bersama rekannya, yang menyelam di perairan danau Maninjau sempat beristirahat sekitar pukul 02.30 WIB,Jumat, (12/9) dan pukul 03.00 WIB melanjutkan proses pencarian ikan dengan cara menembak ikan ke dalam danau. Korban yang menggunakan perahu, hingga menelusuri area yang menjadi sasaran untuk mencari ikan tersebut, hingga pukul 06.00 WIB, Jumat, (12/9) justru tidak muncul-muncul ke permukaan danau, sementara perahu yang digunakan kosong.
Rekan korban sesama pencari ikan, Awaluddin, (49) mulai panik karena Dodi Prinando tidak kunjung muncul, langsun melaporkan hal itu pada pihak pemerintah nagari , yang melanjut dengan proses pencarian yang melibatkan tim gabungan BPBD Agam yang didukung tim SAR.
Upaya pencarian sendiri, ulas Rahmat Lasmono sudah berlangsung lima hari melibatkan berbagai unsur baik BPBD Agam, TNI-Polri, BASARNAS Pos Pasaman, Damkar Agam,jajaran pemerintah kecamatan, nagari, dan warga setempat menggunakan berbagai peralatan pendukung terutama peharu karet, speedboad dan perangkat penyelaman.
“Korban berhasil ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia terapung di permukaan danau di kawasan Sungai Batang, yang saat ini masih dalam proses evakuasi yang direncanakan akan dibawa ke puskesmas Maninjau untuk visum, “jelas Rahmat Lasmono, Kalaksa BPBD Agam itu lagi.
(HARMEN)

