Sitalang,kaba12 — Tangis duka pecah saat Ny.Yeni Andri Warman, Ketua TP.PKK Agam melayat ke rumah duka anak korban Melati ( nama disamarkan) balita 5 tahun yang hanyut banjir besar aliran sungai Batang Tambua, Nagari Batu Kambiang, Kecamatan Ampek Nagari, Selasa, (6/8).
Melati yang hanyut bersama kedua orangtuanya setelah kendaraan yang ditumpangi tergelincir di jembatan Lubuak Lanyah, Batu Kambing, persis saat air bah menghantam aliran sungai itu, pasca hujan lebat yang mendera kawasan itu Selasa sore tersebut, baru berhasil ditemukan Jumat, (9/8) sekitar pukul 10.25 WIB, sekitar 10 KM kearah hilir aliran sungai di Padang Bio-Bio, Nagari Bawan, dalam kondisi tidak bernyawa.

Ny.Yeni Andri Warman yang mendapat kabar Melati berhasil ditemukan, namun dengan kondisi sudah meninggal dunia itu, Jumat, (9/8) langsung mendatangi rumah duka di Padang Alai, Jorong Kampuang Malayu, Nagari Sitalang, Kecamatan Ampek Nagari.
Kedatangan istri bupati Agam itu, justru disambut tangis haru oleh warga dan keluarga korban, yang mayoritas mengenal sosok Ny.Yeni yang selama ini dikenal peduli akan kondisi warga di berbagai wilayah kabupaten Agam, pasalnya kehadiran Ketua TP.PKK Agam ,memberi dukungan moral bagi keluarga korban yang sedang berduka.

Apalagi, ayah dan ibu Melati, pasca anak korban dihanyutkan arus deras sungai Batang Tambuo itu,shock apalagi mendapat kabar anak bungsu dari 2 bersaudara itu ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa itu, langsung drop dan harus mendapat perawatan intensif di puskesmas Batu Kambiang.
Menyaksikan kondisi itu, Ny.Yeni AWR justru tak kuasa menahan tangis, bahkan ikut menangis bersama keluarga korban, “kami ikut merasakan duka keluarga saat ini. Ujian yang Allah berikan ini sangat berat, bahkan masyarakat juga merasakan duka yang sama. Insya Allah, ananda kita anak syurga,” ujar Ketua TP PKK Agam itu mencoba menguatkan keluarga Melati.

Ungkap duka keluarga Melati, pasca musibah yang terjadi terus mengalir, bahkan banyak warga yang melayat sejak anak korban ditemukan. Sementara ayah dan ibu anak korban, masih dalam perawatan di puskesmas Batu Kambiang.
(HARMEN)