Pemkab Agam
Tampung 1.678 Pengungsi, Kabupaten Agam Butuh 525 Unit Huntara
Lubukbasung,kaba12 — Kabupaten Agam membutuhkan 525 unit hunian sementara (Huntara) untuk menampung setidaknya 1.678 warga terdampak bencana yang masih mengungsi, akibat rumah dan pemukiman mereka hancur diterjang bencana.
Dari 525, kebutuhan pembangunan Huntara terbanyak berada di Kecamatan Palembayan yakni 281 unit, terutama bagi warga yang rumahnya hancur diterjang banjir bandang Kamis, (27/11) lalu, di 4 jorong dalam wilayah Nagari Salareh Aia Utara dan Salareh Aia Timur, kemudian Kecamatan Tanjung Raya membutuhkan 83 unit Huntara, Kecamatan Palupuah sebanyak 53 unit, Kecamatan Malalak 51 unit, Kecamatan IV Koto 46 unit, Kecamatan Matur 23 unit, dan kecamatan Tanjung Mutiara 11 unit.
Dari total kebutuhan mendesak tersebut, khusus di Kecamatan Palembayan sudah mulai dibangun kompleks Huntara di kawasan SDN 05 Kayu Pasak, sebagai salah satu kebutuhan mendesak, terutama dalam upaya penyelamatan warga terdampak yang masih mengungsi di beberapa lokasi.
Bupati Agam H.Beni Warlis bersama Sekab.Agam Dr.M.Lutfie,AR saat meninjau progress pembangunan Huntara di Kayu Pasak, Palembayan, Jumat, (12/12), meyakinkan, Huntara menjadi salah satu kegiatan program dalam tanggap darurat, untuk penyelamatan warga terdampak.
Pasalnya, Huntara sebagai hunian sementara warga terdampak, sudah dilengkapi berbagai sarana pendukung, dan bisa ditempati bersama keluarga, sehingga warga bisa kembali menjalankan aktivitas dalam tahapan pasca bencana.
Diharapkan Beni Warlis, pembangunan Huntara untuk korban terdampak bencana di Kabupaten Agam, bisa segera dibangun di seluruh titik kawasan terdampak, sesuai kebutuhan di lapangan, khususnya warga yang rumahnya hancur dan rusak akibat bencana sehingga tidak bisa ditempati, termasuk kawasan pemukiman warga yang berada di area rawan bencana.
Bupati Agam itu berharap, dengan dukungan pemerintah pusat dan unsur terkait lain dalam penanganan dampak bencana, seluruh Huntara yang dibutuhkan di Kabupaten Agam bisa secepatnya direalisasikan agar warga yang masih berada di lokasi pengungsian bisa segera pindah ke Huntara yang sudah disiapkan.
(HARMEN)