Agam

“Susah Signal” Warga Palupuah Keluhkan Jaringan Telekomunikasi

Palupuah, KABA12.com — Warga Nagari Pasialaweh Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam keluhkan jaringan internet yang sangat lelet, karena sudah hampir satu bulan jaringan 3G bermasalah dan 2 minggu yang lalu jaringan 4G pun sudah dapat, namun kendalanya sama saja, yaitu jaringan lelet.

Menyikapi hal itu Walinagari Pasialaweh Zul Arfin mengatakan bahwa pihaknya telah melayangkan surat kepada pengelola Telkomsel, agar pihak Telkomsel segera memperbaiki jaringannya.

“Akibat jaringan bermasalah, kantor-kantor pemerintahan pelayanan dan pelaporan cepat, tepat dan tanggap sering terganggu,” ungkapnya.

Salah seorang warga Jorong Palupuah Nagari Pasialaweh juga mengeluhkan keterbatasan sinyal internet di kampungnya.

“Menjelang lebaran biasanya jalinsum Bukittinggi-Medan ramai dilalui pemudik, informasi dan komunikasi semakin dibutuhkan, seperti terjadi kecelakaan kemaren, sudah kami telepon pihak keluarga korban, namun keluarga korban tidak percaya akan apa yang kami katakan, dan ia minta dikirimkan foto anaknya yang kecelakaan tersebut, berhubung jaringan internet bermasalah sehinga foto korban lama dapat terkirim kepada keluarganya, ini masalah fatal,” ungkapnya kesal.

Ia menambahkan kalau dapat pihak terkait secepatnyalah memperbaiki jaringannya, “kalau tidak lebih baik nggak ada sinyal sama sekali, biar kita tidak terlalu berharap dan orang pun dapat memahaminya karena sinyal memang betul betul ngak ada,” tukasnya.

Terkait dengan hal itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Agam Faizan Helmi Hutasuhut sebelumnya menyebutkan terdapat 63 dari 467 jorong yang ada di daerah tersebut susah sinyal dan bahkan dapat dikatakan belum tersentuh sinyal/blank spot.

63 jorong itu berada di 11 kecamatan seperti, Palembayan, Palupuah, Baso, Tilatangkamang, Sungaipua, IV Koto, Malalak, Matua, Tanjungraya, Ampeknagari dan Tanjungmutiara.

“Kita terus berupaya melakukan pendekatan dengan pihak provider dan Kementerian Kominfo untuk mendapatkan subsidi terkait pembangunan tower Base Transceiver Station (BTS) atau menara telekomunikasi. Kita juga telah mengusulkan pembangunan tower bersama ke pemerintah pusat melalui Musrenbang. Kita tidak bisa memberikan target, karena ini terkait dengan pihak ketiga,” ujarnya.

Fauzan menambahkan, hingga saat ini jumlah menara telekomunikasi yang ada di kabupaten Agam sebanyak 158 menara dari 6 perusahaan penyedia. Ia berharap, semua persoalan daerah yang tidak memiliki jaringan telekomunikasi dapat teratasi.

(Jaswit/Harry)

To Top