Kaba Terkini

Sungaipua dan Lubukbasung Siap Jadi Contoh Nagari Bebas Pornografi Anak

Lubukbasung, KABA12.com — Nagari Sungaipua dan Nagari Lubukbasung pada tahun 2019 dipersiapkan pemerintah Kabupaten Agam sebagai percontohan Nagari Bebas Pornografi Anak yang difasilitasi langsung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia.

Menjadi satu-satunya kabupaten di pulau Sumatera yang didapuk sebagai pilot project program strategis perlindungan anak di Indonesia, merupakan kesempatan emas yang sayang jikalau dilewatkan begitu saja.

Namun, untuk membentuk nagari bebas pornografi anak, pemerintah bersama masyrakat dan pihak berkepentingan di nagari harus memiliki komitmen dan program konkret dan berkelanjutan dalam mencegah serta menanggulangi persoalan pornografi.

Sebagai tahapan awal, perwakilan dari tiga unsur (red-pemerintah, masyarakat dan pihak berkepentingan) dari kedua nagari tersebut telah mengikuti assesment dan pelatihan selama dua hari dari KPPPA dan ECPAT Indonesia di meeting room Hotel Sakura Syariah Lubukbasung, Rabu-Kamis (26-27/06), tentang bagaimana rencana aksi yang akan dilakukan kedepannya.

Sekretaris Nagari Sungaipua, Masneli saat diwawancarai KABA12.com menyampaikan, pihaknya sejak 2008 lalu telah menerapkan Peraturan Nagari (Perna) tentang Keamanan dan Ketertiban Umum, dimana dalam aturan tersebut juga mengatur tentang operasi jam buka Warnet.

“Sejak adanya kasus sodomi yang melibatkan beberapa orang anak pada tahun 2008 itu, pemerintah nagari membentuk sebuah Perna untuk memutus rantai korban kasus tersebut dengan melakukan rehabilitasi, karena anak yang mulanya jadi korban beberapa tahun setelahnya menjadi pelaku. Serta, Parik Paga Nagari Sungaipua yang juga komitmen melakukan razia terhadap anak sekolah yang bermain di warnet saat jam pelajaran, dan juga pada malam harinya warnet dilarang buka, sehingga saat ini tidak ada lagi warnet yang buka di Sungaipua,” jelasnya.

Disamping itu, Pemerintah Nagari Sungaipua selama tiga tahun terakhir juga sudah mengalokasikan dana untuk pengembangan SDM dan perlindungan anak.

“Mungkin hal itu yang membuat pemerintah kabupaten mengusulkan Nagari Sungaipua dibentuk sebagai nagari bebas pornografi anak, dan kami pemerintah nagari sangat mendukung usulan itu,” ujarnya.

Dukungan yang sama juga dinyatakan Pemerintah Nagari Lubukbasung. Menurut Walinagari Lubukbasung, Darma Ira, melindungi anak dari pornografi ini adalah hal penting yang harus dilakukan.

“Kami sangat setuju dan mendukung pembentukan Nagari Lubukbasung Bebas Pornografi Anak. Dalam musyawarah nagari kita sudah masukkan kegiatan ini kedalam RKP 2020,” sambutnya optimis.

Sebelumnya, Asisten Deputi Perlindungan Anak dari Situasi Darurat dan Pornografi Kemen PPPA, Darmawan mengatakan pihaknya dibantu ECPAT Indonesia akan mendampingi pembentukan kedua nagari Sungaipua dan Lubukbasung sebagai Nagari Bebas Pornografi Anak, hingga nantinya dicanangkan langsung oleh Menteri PPPA RI pada September mendatang.

(Jaswit)

To Top