Kaba Terkini
LIPUTAN AGAM BISA : Sukses WTP 2016. Agam Buktikan Komitmen Profesional
Pariwara, KABA12.com — Pemerintah kabupaten Agam buktikan komitmen kuat dalam mendorong kemajuan dan profesionalisme dalam mengelola keuangan daerah sesuai dengan aturan yang digariskan.
Dibuktikan Pemkab. Agam kembali sukses memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari hasil audit menyeluruh yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Laporan Keuangan Tahun Anggaran (TA) 2016.
Dari hasil audit tersebut BPK memberi nilai laporan keuangan pemerintah kabupaten Agam dengan capaian standar tertinggi.
Atas hasil audit tersebut, pemerintah kabupten Agam menerima piagam penghargaan dari Kementerian Keuangan sebagai apresiasi atas perolehan opini WTP dari Badan Pemeriksaan Keuangan.
Piagam tersebut diserahkan Kepala KPPN Bukittinggi Iwan Hanafi dan diterima secara langsung Bupati Agam Indra Catri di aula kantor bupati Agam Lubukbasung , Jumat (20/10).
Sukses penghargaan khusus dari kementrian keuangan itu wujud sukses bersama dan kerja keras tim pengelola keuangan daerah yang sejak awal diwanti-wanti untuk melaksanakan setiap aturan yang digariskan dalam hal pengelolaan keuangan.
Pemberian opini atas laporan keuangan merupakan salah satu tolak ukur kualitas pertanggungjawaban keuangan pemerintahan.
“Kami dengan penuh tanggung jawab menerima penghargaan ini. Saya menyampaikan terima kasih kepada BPK yang telah membimbing kami dalam menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi pemerintah. Tugas kami ke depan lebih berat untuk mempertahankan opini WTP ini,” kata Indra Catri.
Penghargaan opini WTP yang ketiga kalinya diterima Pemkab Agam itu menjadi kekuatan tersendiri bagi daerah itu dalam mendorong semua unsur untuk terlihat aktif dalam berbagai agenda pemerintahan apalagi kegiatan berbasis pengelolaan keuangan yang ditetapkan pemerintah.(*)
Opini WTP Dengan Capaian Tertinggi Agam Dapat Reward
Sukses Pemkab Agam meraih opini WTP 2016 atas kerja tim pengelola keuangan dan kegiatan daerah tersebut menjadi prestasi dan sejarah bagi daerah ini.
Pasalnya, opini WTP tak hanya bukti sukses evaluasi bagi daerah dalam pengelola keuangan daerah tapi juga menjadi anugerah tersendiri karena Agam mendapat bonus khusus dari pemerintah pusat.
Bonus khusus itu diraih atas capaian standar tertinggi dalam pengelolaan keuangan sesuai standar ditetapkan pemerintah.
BPK sudah melakukan audit secara komprehensif terhadap laporan keuangan Pemkab. Agam sebelumnya.
Sebagai apresiasi pemerintah juga telah menganggarkan reward berupa dana insntif untuk kabupaten Agam.
“Kami meyakini BPK sebagai auditor sudah melakukan proses yang akuntabel, sehingga tidak ada keraguan sedikitpun menetapkan kabupaten Agam mendapatkan opini WTP. Apalagi ini sudah yang ketiga kalinya sejak tahun 2014 berturut-turut sampai sekarang,” ujar Iwan Hanafi.
Reward khusus yang sudah dianggarkan pemerintah pusat itu menjadi motivasi khusus Pemkab Agam dalam mendorong lebih baiknya pengelolaan keuangan daerah kedepan.
(*)
Raih Standar Tertinggi Tanpa Catatan. Agam Terus Berbenah
Sukses meraih opini WTP 2016 dengan standar capaian tertinggi tanpa catatan dari BPK dan meraih reward dari Kementrian Keuagan menjadi motivasi tersendiri bagi jajaran terkait di Pemkab Agam untuk terus berbenah dan harus lebih baik.
Hasil dan penilaian BPK terhadap pengelolaan anggaran merupakan hasil kerja bersama dan kegiigihan para penanggungjawab keuangan untuk terus belajar dan paham akan sistim pengelolaan keuangan yang diatur pemerintah.
” Itu wujud kerja keras bersama yang harus terus dipacu dan dipertahankan,” sebut Sekab Agam itu.
Martiawanto meyakinkan pihaknya bersama unsur terkait akan terus memaksimalkan pengelolaan keuangan sesuai aturan yang berlaku.
Ditegaskan Martiaswanto, reward atas sukses perolehan opini WTP tahun anggaran 2016 dengan standar pencapaian tertinggi merupakan hasil kerja seluruh jajaran pengelola keuangan Pemkab Agam yang makin maksimal.
” Kami sangat bangga dan berterimakasih atas kerja keras dan komitmen taat azas yang dilakukan seluruh jajaran di Pemkab Agam dan hal itu harus dipertahankan bahkan harus lebih baik karena kita bisa untuk itu,” tegas Martiaswanto.
(*).
Laporan Keuangan Sesuai Sistem Pengendalian Intern Akuntansi
Laporan keuangan tersebut disusun sesuai dengan sistem pengendalian intern sistem prosedur akuntansi dengan mempedomani Permendagri Nomor 64 tahun 2013 tetntang penerapan standar akuntansi pemerintah berbasis akrual pada pemerintah daerah dan peraturan pemerintah Nomor 71 tahun 2010 tentang standar akuntansi pemerintah.
Kepala Badan Keuangan Daerah kabupaten Agam Hendri G melalui Sekretarisnya Wilisma menjelaskan, laporan keuangan tahun 2016 yang diaudit BPK itu terdiri atas tujuh laporan. Tujuh laporan tersebut masing-masing laporan realisasi anggaran (LRA), perubahan saldo anggaran lebih (SAL), neraca, laporan operasional (LO), laporan arus kas (LAK), perubahan akuitas (LPE), dan catatan atas laporan keuangan (CaLK).
“Ada 7 laporan yang disajikan dalam laporan keuangan Pemkab. Agam tahun anggaran 2016. Itu yang diperiksa BPK, sejak Januari lalu. Kewajaran dan ketepatan kita menyajikan laporan itu yang dinilai,” sebutnya.
Dijelaskan, dalam laporan realisasi anggaran yang menggambarkan ikhtisar sumber dana, alokasi dan pemakaian sumber daya ekonomi yang dikelola Pemkab. Agam, serta menggambarkan perbandingan antara anggaran dan realisasi tahun anggaran 2016, yang mencakup unsur pendapatan Rp 1,3 triliun, belanja dan pembiayaan selama periode 1 Januari 2016 sampai dengan 31 Desember 2016.
Laporan perubahan saldo anggaran lebih menyajikan informasi kenaikan atau penurunan SAL tahun pelaporan dengan tahun sebelumnya, yang terdiri dari SAL awal Rp 128 miliar, penggunaan SAL tahun berjalan, silpa Rp 87 miliar dan SAL akhir.
Sementara neraca menggambarkan posisi keuangan Pemkab.Agam mengenai asset, kewajiban dan ekuitas dana per 31 Desember 2016.
Sedangkan Laporan operasional menggambarkan informasi mengenai seluruh kegiatan operasional keuangan pemerintah daerah yang tercermin dalam pendapatan LO, beban surplus/defisit operasional selama periode 1 Januari 2016 sampai dengan 31 Desember 2016.
Lalu laporan arus kas yang menggambarkan informasi mengenai sumber penggunaan, perubahan kas dan setara kas serta saldo kas dan setara kas selama satu periode operasi, aktivitas investasi, aktivitas pembiayaan dan aktivitas non anggaran.
Kemudian laporan perubahan ekuitas yang menyajikan informasi mengenai perubahan ekuitas yang tediri dari ekuitas awal, surplus/defisit-LO, dampak akumulatif perubahan kebijakan dan ekuitas akhir.
Terakhir catatan atas laporan keuangan yang menguraikan maksud dan tujuan penyusunan laporan keuangan, landasan hukum penyusunan laporan keuangan, sistematika penulisan, ekonomi makro, kebijakan keuangan dan pencapaian target kinerja APBD.
CaLK juga menyajikan ikhtisar pencapaian kinerja keuangan dan kebijakan akuntansi. Selain itu, Pemkab Agam juga menyajikan informasi penting dan kewajiban kontijensi yang mempengaruhi laporan keuangan serta penjelasan informasi non keuangan.
“Sudah tiga kali kita menerima predikat opini WTP, dari tahun ke tahun meningkat hingga tidak ada catatan,” ulas Willisma dengan bangga.
(*)
Dewan Apresiasi Prestasi Pemkab Agam
Prestasi opini WTP tahun 2016 dengan tingkat capaian standar tertinggi yang diraih Pemkab. Agam dari BPK yang diganjar reward oleh kementrian keuangan mendapat aprsiasi dari pimpinan DPRD Agam. Wakil Ketua DPRD Agam Lazuardi Erman berharap prestasi itu menjadi motivasi untuk lebih baik.
“Kita ucapkan selamat untuk pemerintah kabupaten Agam, ini buah dari sebuah sistem yang ditata dan dibangun dengan baik, sehingga mendapai hasil yang maksimal. Kita sebagai pimpinan lembaga legislatif berharap untuk kedepan menjadi lebih baik,” sebutnya.
Disebutkan Lazuardi Erman, prestasi itu dari sesi pengelolaan keuangan, mendapat opini WTP ini sudah puncak. Kita berharap prestasi itu dipertahankan, ” sebut Lazuardi.
Respon positif dan rasa bangga juga diungkap berbagai kalangan masyarakat karena prestasi WTP apalagi dengan capaian tertinggi menjadi bukti dan tolak ulur prestasi daerah dalam mengelola keuangan dengan baik dan profesional.
Penulis : Jaswit
Editor : Harmen