Kaba Terkini

LIPUTAN AGAM BISA : Sukses WTP 2016. Agam Buktikan Komitmen Profesional

” Kami sangat bangga dan berterimakasih atas kerja keras dan komitmen taat azas yang dilakukan seluruh jajaran di Pemkab Agam dan hal itu harus dipertahankan bahkan harus lebih baik karena kita bisa untuk itu,” tegas Martiaswanto.

(*).

Laporan Keuangan Sesuai Sistem Pengendalian Intern Akuntansi

Laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Agam tahun anggaran 2016 mendapat nilai dengan capaian standar tertinggi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Laporan keuangan tersebut disusun sesuai dengan sistem pengendalian intern sistem prosedur akuntansi dengan mempedomani Permendagri Nomor 64 tahun 2013 tetntang penerapan standar akuntansi pemerintah berbasis akrual pada pemerintah daerah dan peraturan pemerintah Nomor 71 tahun 2010 tentang standar akuntansi pemerintah.

Kepala Badan Keuangan Daerah kabupaten Agam Hendri G melalui Sekretarisnya Wilisma menjelaskan, laporan keuangan tahun 2016 yang diaudit BPK itu terdiri atas tujuh laporan. Tujuh laporan tersebut masing-masing laporan realisasi anggaran (LRA), perubahan saldo anggaran lebih (SAL), neraca, laporan operasional (LO), laporan arus kas (LAK), perubahan akuitas (LPE), dan catatan atas laporan keuangan (CaLK).

“Ada 7 laporan yang disajikan dalam laporan keuangan Pemkab. Agam tahun anggaran 2016. Itu yang diperiksa BPK, sejak Januari lalu. Kewajaran dan ketepatan kita menyajikan laporan itu yang dinilai,” sebutnya.

Dijelaskan, dalam laporan realisasi anggaran yang menggambarkan ikhtisar sumber dana, alokasi dan pemakaian sumber daya ekonomi yang dikelola Pemkab. Agam, serta menggambarkan perbandingan antara anggaran dan realisasi tahun anggaran 2016, yang mencakup unsur pendapatan Rp 1,3 triliun, belanja dan pembiayaan selama periode 1 Januari 2016 sampai dengan 31 Desember 2016.

Laporan perubahan saldo anggaran lebih menyajikan informasi kenaikan atau penurunan SAL tahun pelaporan dengan tahun sebelumnya, yang terdiri dari SAL awal Rp 128 miliar, penggunaan SAL tahun berjalan, silpa Rp 87 miliar dan SAL akhir.

Sementara neraca menggambarkan posisi keuangan Pemkab.Agam mengenai asset, kewajiban dan ekuitas dana per 31 Desember 2016.

Sedangkan Laporan operasional menggambarkan informasi mengenai seluruh kegiatan operasional keuangan pemerintah daerah yang tercermin dalam pendapatan LO, beban surplus/defisit operasional selama periode 1 Januari 2016 sampai dengan 31 Desember 2016.

Lalu laporan arus kas yang menggambarkan informasi mengenai sumber penggunaan, perubahan kas dan setara kas serta saldo kas dan setara kas selama satu periode operasi, aktivitas investasi, aktivitas pembiayaan dan aktivitas non anggaran.

0Shares

Laman: 1 2 3 4

To Top