Kaba Terkini

Sukses Raih Penghargaan ADWI, Pokdarwis Sungai Batang Optimalkan Pengembangan Objek Wisata

Sungaibatang, kaba12.com — Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam terus berupaya secara optimal untuk mengembangkan destinasi pariwisata guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Upaya itu dilakukan secara maksimal setelah Nagari Sungai Batang dinobatkan sebagai desa wisata terbaik peringkat 5 kategori Daya Tarik Wisata pada ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, Selasa (7/12) kemarin.

Ketua Pokdarwis Sungai Batang Agus Subagio didampingi Wakil Ketua Rudi Yudistira mengatakan, program pariwisata yang difokuskan di Nagari Sungai Batang saat ini adalah pada wisata religi seperti Museum Kelahiran Buya Hamka dan makam Haji Abdul Karim Amrullah atau Haji Rasul. Pasalnya keunggulan wisata tersebut dinilai sangat membantu menggerakkan ekonomi dan memberdayakan masyarakat sekitar.

“Selain fokus pada wisata religi, kami juga memiliki program andalan yang berkolaborasi dengan Daya Desa Sungai Batang yaitu membentuk karakter para pemuda melalui program kegiatan ‘babaliak ka surau’,” ujarnya kepada KABA12.com, Kamis (9/12).

Ia menambahkan, selain memiliki program wisata religi, Nagari Sungai Batang juga mempunyai potensi pada wisata alam, budaya, hingga kuliner. Agus menyebut, potensi wisata yang dimiliki misalnya seperti air terjun/sarasah di Jorong Data Kampuang Dadok, Tapian Kualo di Jorong Kubu, kemudian atraksi budaya tambua, silek, randai, tari galombang, dan tari piring.

“Sementara untuk wisata kuliner yang ada yaitu berasal dari hasil olahan ikan endemik Danau Maninjau seperti peyek rinuak, perkedel rinuak, palai rinuak, palai bada, dan bada masiak. Seluruh kuliner andalan itu dikemas oleh para pelaku UMKM,” ungkapnya.

Disamping itu, pihaknya mengakui hingga kini belum mengorbitkan souvernir atau cendera mata secara maksimal pada setiap destinasi wisata yang ada. Namun dirinya mengklaim bahwa terdapat pengrajin songket dan sulaman di Sungai Batang tepatnya di Jorong Nagari dan Jorong Tanjung Sani.

“Sebetulnya memang ada pengrajin songket dan sulaman disini. Tapi itu semua belum terekspose secara maksimal. Namun kami dari Pokdarwis sebagai motivator pengembangan pariwisata akan membina anggota untuk fokus pada souvernir yang berciri khas Nagari Sungai Batang. Contohnya seperti atribut yang bertemakan Buya Hamka,” katanya.

Disisi lain, pihaknya mengharapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat bergerak dan membangkitkan ekonomi melalui sektor pariwisata. Karena menurutnya, pariwisata merupakan salah satu sektor paling mudah dalam menciptakan lapangan kerja.

“Intinya kami sangat membutuhkan dukungan masyarakat Sungai Batang untuk pengembangan sektor pariwisata dalam rangka meningkatkan taraf perekonomian masyarakat,” ucapnya.

Terkait dengan penghargaan yang diperoleh Nagari Sungai Batang sebagai desa wisata terbaik kategori Daya Tarik Wisata pada ajang ADWI 2021, pihaknya mengaku bangga dan mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu memberikan dukungan dan pendampingan.

“Kami sangat bangga sekali. Ucapan terimakasih kami sampaikan terutama kepada Disparpora Agam, Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar, dan Pak Muhammad Abdi selaku Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) yang telah mendampingi kami dalam mengikuti ajang ADWI. Penghargaan yang diraih adalah sebuah kesuksesan bersama berkat kerja keras yang sudah dilakukan selama ini,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pokdarwis Sungai Batang Rudi Yudistira menyebutkan, pihaknya bersama anggota pokdarwis sudah menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengelolaan pariwisata sekaligus membangkitkan potensi wisata di masing-masing jorong.

Ia menyebut, dari 7 jorong yang ada di Sungai Batang, baru 4 jorong yang masuk dalam pengembangan pariwisata yaitu Jorong Kubu, Jorong Nagari, Jorong Batuang Panjang, dan Jorong Tanjung Sani.

“Sedangkan untuk 3 jorong lagi akan kita kembangkan secara bertahap. Mudah-mudahan program kerja ini tuntas secepatnya sehingga seluruh potensi wisata itu bisa dikelola secara maksimal,” katanya.

Menurutnya, program kerja dari pokdarwis itu adalah sebagai fasilitator penggerak dalam kemajuan pariwisata di sebuah nagari.

“Kita memfasilitasi dan menjembatani antara nagari dengan pemerintah daerah bahkan hingga ke kementerian untuk pengembangan pariwisata. Apalagi sesuai dengan aturan undang-undang kepariwisataan bahwa pokdarwis adalah ujung tombak dari kemajuan pariwisata di sebuah nagari,” ujar Wakil Ketua Asosiasi Pokdarwis Agam itu.

(Bryan)

To Top