Kaba Pemko Bukittinggi

SMPN 1 Unggul Bukittinggi Jadi Primadona Lulusan SD

Bukittinggi, KABA12.com — Sekolah rujukan kota Bukittinggi SMP Negeri 1 unggul jadi primadona lulusan siswa Sekolah Dasar (SD).

Pasalnya, setiap penerimaan peserta didik baru (PPDB) setiap tahunnya, sekolah ini selalu jadi incaran.

Kepala SMPN 1 Bukittinggi Yusrizal menjelaskan,  minat warga untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah favorit ini terus meningkat dari dulu .

Menurutnya, untuk masuk ke sekolah unggul itu  melalui dua jalur, melalui PPDB secara mandiri/unggul, dan sistem reguler/rayon.

“Murid diterima dari dua jalur, 70% mandiri dan 30% dari sistem reguler, untuk penyamarataan, agar tidak semua siswa yang berprestasi bersekolah di SMP Negeri 1,” sebutnya.

Yusrizal menjelaskan, sejak PPDB jalur mandiri dibuka pada 22-24 Mei 2017, sudah 439 siswa yang mendaftar, “belum lagi tambahan siswa dari hasil pembagian rayon,” ungkapnya

Namun, tingginya jumlah peminat yang ingin masuk tidak sebanding dengan jumlah sarana ruangan belajar (rombel) yang tersedia. Serta adanya aturan baru dari Kementerian Pendidikan yang menyatakan jumlah siswa dalam satu rombel tidak boleh lebih dari 32 orang murid.

“Tahun ini kita hanya bisa menerima 7 lokal, belum lagi satu rombel harus  untuk labor komputer  UNBK, dan kita tidak lagi bisa menambah kelas baru, karena lokasi terbatas. Jadi kita masih akan menggunakan empat rombel kelas jauh  di Sapiran,” jelasnya.

Saat ini, SMP Negeri 1  Bukitinggi memiliki 22 rombel. 18 kelas berada di bangunan utama di Jl. Soedirman, dan empat kelas berada di Sapiran.

Disisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi Melfi Abra mengatakan, pihak sekolah harus mematuhi aturan baru dari pemerintah pusat tersebut.

“Jika pemerintah pusat tahu jumlah siswa lebih dari 32 orang satu lokal, dapodik sekolah bisa ditolak, dengan imbasnya anak tidak terima ijazah dan guru pun tidak diterima tunjangan sertifikasinya, itu  kebijakan pemerintah pusat.” paparnya.

Meski demikian, Melfi Abra mengatakan 17 SMP/MTs yang ada di Bukittinggi, masih cukup menampung jumlah lulusan SD di kota Jam Gadang itu.

“Menyiasati membludaknya peminat di satu sekolah,  sudah berlakukan sistem rayonisasi, jadi siswa akan tersebar merata masuk ke sekolah menengah pertama,” tambahnya.

(Jaswit)

To Top