Kaba Terkini

SMKN 2 Terima BPKP 2019 RP.150 Juta

Sungai Jariang, kaba12.com — SMKN 2 Lubukbasung terima bantuan program ketahanan pangan ( BPKP ) tahun 2019 dari kementerian pendidikan dan kebudayaan nasional melalui dinas pendidikan propinsi Sumatera Barat sebesar Rp.150 juta.

Bantuan dalam rangkaian program bantuan pemerintah dalam pengembangan SMK pertanian pendukung kegiatan ketahanan pangan yang gencar dilakukan pemerintah tersebut, menjadi dana stimulan bagi SMKN 2 Lubukbasung dalam pengembangan berbagai jenis komoditi pertanian yang saat ini tengah dikembangkan di sekolah tersebut.

Dukungan bantuan itu diyakini akan menjadi salah satu pendorong upaya peningkatan keahlian dan peningkatan mutu SDM para siswa khususnya jurusan pertanian yang kini terus dipacu, mengingat bidang pertanian menjadi salah satu andalan bagi sekolah kejuruan itu dalam beraktivitas.

Hal itu ditegaskan kepala SMKN 2 Lubukbasung Drs.Zulhatman,Mpd, disela sosialisasi program bantuan pengembangan SMK pertanian pendukung kegiatan ketahanan pangan tahun 2019 yang diterima sekolah tersebut sebesar Rp.150 juta.

Dijelaskan, dukungan dana bantuan tersebut, diproyeksikan untuk kegiatan peningkatan mutu SDM para siswa, tenaga pengajar termasuk masyarakat sekitar yang fokus menggarap bidang pertanian, karena sesuai sasarannya, program tersebut diarahkan untuk peningkatan mutu dan penguasaan materi bidang pertanian.

Sasarannya, ulas Zulhatman, agar para siswa, guru dan masyarakat sekitar sekolah bisa betul-betul menguasai bidang pertanian secara professional, terutama dalam pengembangan berbagai komoditi yang termasuk dalam kegiatan ketahanan pangan secara nasional.

Ditambahkan, program bantuan itu dilaksanakan mulai Juni hingga Desember 2019, dimana secara bertahap, SMKN 2 Lubukbasung akan melakukan berbagai kegiatan, mendorong peningkatan mutu SDM para siswa, sehingga bisa mampu mandiri, serta mengembangkan berbagai jenis komoditi pertanian, sehingga bisa menjadi bekal utama usai menamatkan pendidikan kelak. “ Sasarannya, agar para siswa, mandiri dan menguasai ragam tekhnologi pertanian, sehingga mampu dan terlahir sebagai generasi masa depan yang betul-betul siap pakai dan professional, “ sebut Zulhatman lagi.

HARMEN

To Top