Lubukbasung,kaba12 — Upaya Dinsos Agam dalam memaksimalkan kepedulian sosial terhadap warga yang membutuhkan makin maksimal. Salah satunya, wujud sinergi peduli sosial pemerintah daerah dengan PT.Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dalam membantu penyandang disabilitas fisik asal Kabupaten Agam.
Dinsos Agam bersama para penyandang disabilitas pisik itu, mendatangi kantor PT.API Cabang BIM, melakukan pengukuran kaki 7 orang penyandang disabilitas fisik tersebut, untuk dibuatkan kaki palsu sesuai program Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Angkasa Pura Indonesia yang bertujuan membantu masyarakat penyandang disabilitas agar dapat kembali beraktivitas secara lebih mandiri.
Menurut Villa Erdi, Kadinas Sosial Agam melalu Hasneril, Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, program TJSL PT.API BIM tahun ini, bagi warga disabilitas di Kabupaten Agam mendapat peluang bantuan kaki palsu, dan tim Dinsos Agam sengaja mendampingi untuk proses pengukuran kaki bagi 7 calon penerima.
Secara khusus, pihaknya sangat berterimakasih atas bantuan dan dukungan yang diberikan PT.API BIM atas kepedulian yang diperlihatkan untuk warga Kabupaten Agam tersebut, “semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberi manfaat luas bagi warga penyandang disabilitas,” ujar Hasneril.
Dijelaskan, Dinsos Agam turut memberikan pendampingan langsung kepada penerima bantuan kaki palsu dengan, dari Bidang Rehabilitasi Sosial, yakni Erizal, S.Sos. selaku Fungsional Pekerja Sosial dan Lora Afrila Seprianti, S.Pd.

Kehadiran tim pendamping bertujuan memastikan proses pengukuran berjalan lancar, serta memberikan motivasi kepada para penerima manfaat agar terus semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Khusus program TJSL PT.API BIM, tercatat sebanyak 7 warga Agam menerima bantuan kaki palsu, masing-masing Rahmat Hidayat, Salma Khairinisa, Deki, Dwizul Andi Putra, Marleni Devita, Sukri Wahyudi, dan Junaidi.
Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan harapan baru bagi para penerima untuk dapat kembali bekerja, bersosialisasi, dan berkontribusi di tengah masyarakat.
“Bantuan kaki palsu ini bukan hanya memberikan fasilitas fisik, tetapi juga mengembalikan kepercayaan diri dan semangat hidup para penyandang disabilitas,” tambah Hasneril lagi.
(HARMEN)