Kaba Terkini

Seperempat Abad Menunggu, Konsolidasi Lembar Dua Barat Tuntas

Bukittinggi, KABA12.com — Setelah 25 tahun menunggu, akhirnya persoalan konsolidasi bypass lembar dua Barat, di kelurahan Pulai Anak Aia, kecamatan Mandiangin Koto Selayan tuntas.

Pemko didampingi BPN Bukittinggi menyerahkan dua sertifikat kepada pemilik tanah, di ruang rapat walikota, Senin (19/06).

Kepala BPN Bukittinggi, Yulindo menjelaskan bahwa pihaknya siap membantu pemko menyelesaikan persoalan konsolidasi bypass.

BPN telah melakukan pengukuran dan membuat gambar yang saat ini telah disetujui peserta konsolidasi. 15 persen diserahkan untuk pemerintah dan 85 persen untuk pemilik dan diletakkan menghadap ke jalan lingkung.

“Alhamdulillah hari ini dua sertifikat atas nama Tamisnar dengan luas tanah 777 m², serta Ermawati cs dengan luas 1118 m² telah kita terbitkan dan kita serahkan kepada pemiliknya langsung,” jelasnya.

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengungkapkan rasa syukur dan bangganya telah mulai menyelesaikan persoalan yang sudah pukuhan tahun tertunda. Hal tersebut merupakan satu bukti nyata realisasi janji kampanye dulu.

“Sesuai dengan janji, kami prioritas menyelesaikan tanah bypass. Alhamdulillah pada lembar barat selesai dan diserahkan hari ini. Kami pun sangat berterimakasih kepada peserta konsolidasi dan juga kepada BPN atas partisipasi serta kerja kerasnya,”pungkasnya.

Sementara itu, Ernayetti mewakili masyarakat, berterima kasih kepada pemko dan BPN yang telah menemukan titik terang dari persoalan terkait tanah mereka.

” Alhamdulillah terima kasih kepada Walikota dan Wakil Walikota, Camat, Lurah, pemko, pihak BPN yang telah memberikan jalan keluar kepada kami atas permasalahan konsolidasi ini. Dengan penjelasan, pengukiran serta keputusan yang telah dibuat, kami setuju untuk menyerahkan tanah kami dan mengizinkan pemerintah untuk mengaspal jalan itu,” ungkapnya haru.

Dari pantauan KABA12.com, saat ini pemerintah sudah langsung bekerja mendatarkan tanah di bypass lembar dua barat itu. Sebelumnya di lokasi itu terjadi penyempitan jalan, karena pemilik tanah tidak mau menyerahkan tanah tersebut hingga adanya kejelasan sepert saat ini.

(Ophik)

To Top