Lubukbasung, kaba12.com — Garis hidup sepenuhnya Tuhan yang menentukan. Itu mungkin yang kini dijalani Yuni,(21) gadis asal Gasan Gadang, Padang Pariaman, yang kini harus bermukim sementara di rumah singgah Dinas Sosial Kabupaten Agam setelah beberapa lama terlunta-lunta tak tentu arah.
Yuni, gadis yang dikenal baik oleh warga, karena kesopanan dan kesantunannya pada orangtua, punya sekelumit kisah pedih yang belum sepenuhnya bisa terkorek secara terbuka, karena kondisinya yang masih shock dan trauma pasca pengalaman pahit yang dialaminya.
Bermula saat Meirizal, pj.walinagari persiapan Sungai Jariang Lubukbasung, yang melaporkan pada Dinas Sosial Agam, ada seorang gadis belia yang tersesat dan kini diselamatkan oleh warga Titisan Tunggang, Nagari Persiapan Sungai Jariang, Lubukbasung.
Pj. Walinagari persiapan Sungai Jariang Lubukbasung itu, menyatakan dia meminta perlindungan untuk Yuni kepada Dinas Sosial Agam, gadis malang berusia 21 tahun. Masyarakat menilai, sosok Yuni yang baik, sopan dan santun pada orang yang lebih tua, harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.
Menurut Meirizal, dari pemaparan Yuni, perjalanan pahit hidupnya bermula saat usianya 3 bulan, ibunya meninggal dunia, dia dibesarkan oleh pamannya di Medan, Sumatera Utara. Namun nasib malang masih menimpa Yuni, paman tempat berlindung dipanggil Allah SWT, akhirnya Yuni dijemput oleh kakaknya di Medan.
Disebutkan Meirizal, entah bagaimana ceritanya, 3 hari yang lalu melarikan diri dari kakaknya, dan sempat terlunta-lunta di kota Padang. Oleh masyarakat di Padang, Yuni dititipkan ke mobil untuk dikirim ke kampuang halamannya di Gasan Gadang, Padang Pariaman.
Namun saat sampai dikampungnya, Yuni tidak mau turun dan meminta kepada sopir yang membawanya, dia akan turun, dimana kendaraan ini terakhir berhenti, sehingga sopir membawanya sampai ke Lubukbasung, kabupaten Agam.
Pengakuan Yuni kepada Meirizal, dia akhirnya berjalan tidak tentu arah, sampai ke Titisan Tunggang, mungkin karena tidak makan, Yuni jatuh didepan sebuah bengkel di Titisan Tunggang dan dibantu warga sekitar Yuni dibawa kerumah warga, oleh warga Yuni diberi makan. Dia rumah warga yang menyelamatkannya itu, Yuni bercerita tentang nasib yang dialaminya.
Bagi warga Titisan Tunggang sendiri, khususnya keluarga yang menyelamatkan Yuni, justru meminta yang bersangkutan untuk tinggal di kediamannya, sampai dia bisa menentukan kemana dan siapa yang harus ditemui. Sementara pihak pemerintah nagari persiapan Sungai Jariang Lubukbasung, melaporkan kondisi Yuni tersebut, pada Dinas Sosial Agam.
Saat tim Dinas Sosial Agam datang menjemput Yuni, justru ada yang luar biasa. Keluarga yang menyelamatkan Yuni, justru berusaha menahan bahkan melepasnya dengan tangisan haru, walau Yuni hanya beberapa jam di rumah warga, tapi perhatian dan kasih sayang yang diberikan warga Titisan Tunggang sangat besar pada Yuni dan banyak warga memberikan sumbangan kepada Yuni, kami sangat bangga akan hal itu, “ ungkap Meirizal, pj.walinagari persiapan Sungai Jariang Lubukbasung.

Disebutkan Meirizal, walau hanya sesaat bergaul bersama warga setempat, namun karena sikap dan etika yang diperlihatkan Yuni, santu dan sangat menghormati orang yang lebih tua, membuat warga banyak yang bersimpati dan menaruh perhatian terhadap Yuni, sehingga saat melepas Yuni dijemput tim Dinas Sosial Agam, banyak warga yang menangis haru.
Dilain pihak, menurut Arfi Yunanda, Kabid.Linjamsos Dinsos Agam yang menjemput Yuni kemarin, menyebutkan, pihaknya untuk sementara membawa Yuni ke rumah singgah Dinsos Agam, dan hasil perbincangan awal dengan Yuni, dia berniat untuk tinggal di Panti Asuhan, “ kita akan carikan solusi untuk Yuni, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa direalisasikan, sehingga Yuni bisa nyaman,” ungkapnya.
Disebutkan Arfi Yunanda, saat ini kondisi kesehatan Yuni relative stabil, setelah sebelumnya sempat dikabarkan pingsan di pos pemuda Titisan Tunggang, diduga kelelahan dan tak kuat menahan lapar, “ Alhamdulillah, kondisinya saat ini stabil dan sehat, “ ulasnya.
Hingga Jumat ini belum diperoleh informasi, keputusan Yuni bersama Dinas Sosial Agam, untuk menitipkan Yuni, karena pihak dinas sosial Agam tengah berkoordinasi dengan beberapa panti asuhan putri yang sesuai dengan harapan Yuni.
HARMEN