Kaba Terkini

Seminar Nasional Sosok Nyiak Canduang Hangat, AJP : Beliau Pahlawan

Canduang, kaba12.com — Seminar nasional membedah sosok Syekh Sulaiman Arrasully yang digelar di Pondok Pesantren Canduang, kabupaten Agam, Sabtu, (17/2) berlangsung hangat.

Beragam tanggapan terkait sosok tokoh ulama terkemuka Canduang yang berjuang melawan penjajah dengan syiar agama Islam itu mengemuka.
Dari berbagai tanggapan yang mengemuka tentang sosok Syekh Sulaiman Aarasyulli yang lebih dikenal dengan panggilan Nyiak Canduang mayoritas mengharapkan tokoh ulama terkenal ranah Minang itu, segera ditetapkan sebagai pahkawan nasional karena dinilai pas dan layak.

Seperti yang mengemuka dalam seminar nasional yang berlangsung sehari penuh itu, dari berbagai tokoh dan pemakalah yang merekomendasikan agar pemerintah Sumatera Barat dan bupati Agam segera menindaklanjuti aspirasi masyarakat itu dengan menetapkan sosok Nyiak Canduang sebagai salah satu pahlawan nasional dari Ranah Minang.
Seperti yang disebutkan Arman J. Piliang, tokoh masyarakat Candung yang juga anggota DPRD Agam pada kaba12.com usai seminar.

Disebutkan Arman J.Piliang yang akrab dipanggil AJP itu, pengabdian, perjuangan dan pengorbanan Nyiak Canduang dalam merebut kemerdekaan tidak diragukan lagi.

Hal itu dibuktikan dengan banyak literatur sejarah, bukti perjuangan, peninggalan sejarah bahkan saksi-saksi sejarah perjuangan Nyiak Canduang masih banyak yang bisa disaksikan saat ini.

” Selaku warga dan generasimuda, kami berharap sosok Nyiak Canduang sudah pantas ditetapkan sebagai pahlawan nasional, ” tegasnya.

Arman J. Piliang berharap, pemerintah daerah bisa segera menindaklanjuti dan memperjuangkan bersama tokoh-tokoh masyarakat agar Nyiak Canduang ditetapkan presiden sebagai pahlawan nasional.

Seminar nasional yang dibuka bupati Agam Indra Catri dihadiri anggota DPD RI asal Sumbar Leonardi Harmaini, Ka Kanwil Kemenag Sumbar Hendri . Prof DR Makmur Syarief, Ketua MUI Sumbar Prof. Dr. Shofyarma Marsidin sejarawan Prof.Dr. Mestika Zet dan masih banyak tokoh dan para ilmuwan dari berbagai perguruan tinggi, pengamat dan sejarawan Sumbar, serta ratusan warga Candung.

(Harmen)

To Top